Kamis, 18 Juni 2026

Amalan-amalan Penutup Usia

AMALAN2 PERSIAPAN PENUTUP USIA

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

"Sebaik-Baik Manusia adalah Yg Panjang Umurnya & Baik Amalannya". Sedangkan seburuk-buruk manusia itu yang panjang umurnya dan juga jelek amalannya" (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim, hadits dari Abu Bakrah, Shahiihul Jaami’ 3297)

Rasulullah صلى الله عليه و سلم ditanya :

"Mukmin manakah yang paling cerdas ?" Beliau bersabda: "Seseorang yang paling banyak 'mengingat kematian' & yg paling baik "persiapannya" untuk Hidup Setelah Mati. Mereka itulah orang2 yang Cerdas" 

(HR. Ibnu Majah, Ash-Shahihah no.1384)

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

Umur (manusia) tergantung di akhirnya dan amalannya tergantung penutupnya.

Dan barangsiapa yang 'beramal jelek' di akhir umurnya, maka dia akan 'bertemu' dengan Rabb-nya dalam keadaan Jelek. (Fawaa-idul Fawaa-id hal 342)

Imam al-'Utsaimin رحمه الله berkata :

"Maka sdh selayaknya orang yg usianya semakin menua untuk "memperbanyak" amal shalih, meskipun para remaja juga 'Seharusnya' demikian. Karena manusia tidak tahu kapankah ia akan meninggal. Bisa saja, Seorang Pemuda "Meninggal" Di Usia Mudanya, atau Ajalnya Tertunda hingga ia TUA. Akan tetapi, Yang PASTI, orang yang sudah berusia Senja ia lebih dekat kepada Kematian. Karena ia telah menghabiskan jatah usianya (selama di dunia)" (Syarah Riyadhus Shalihin I/348)

Di antara amal persiapan penutup usia:

(01). Mengamalkan amalan2 yang Wajib

(02). Menghindari hal² yang diharamkan, makruh, syubhat, & sia2 tdk bermanfaat

(03). Lebih menambah Amalan2 Sunnah

(04). Senantiasa beristighfar / bertaubat

(05). Memperbanyak tasbih, tahmid, dan membaca shalawat & juga dzikir lainnya, terutama membaca dzikir pagi & petang

(06). Rutin dalam mempelajari Al-Qur'an

(07). Aktif utk menghadiri "majelis ilmu"

(08). Berkumpul dgn orang2 yang shalih

(09). Memperbanyak amal² jariyah yang pahalanya terus mengalir setelah wafat sprti; bersedekah, mengajarkan ilmu dll

(10). Mengusahakan mengawali hal-hal yg baik agar nantinya "diikuti" orang lain sehingga 'pahala mengalir' sampai mati

(11). Perbaiki Hubungan dgn orang lain, bayar hutang, minta maaf, & kembalikan milik mereka yang "dulu" pernah diambil

(12). Sering Berdoa agar istiqomah, dan wafat dengan kondisi "husnul khatimah"

(13). Memperbesar harapan kpd ALLAH, tidak berburuk sangka dan berputus asa

(14). Menyambung 'Silaturrahim' dengan kerabat mendatangkan umur yg "berkah"

(15). Memperbanyak syukur nikmat, dan sabar atas segala bentuk ujian & cobaan

(16). Membiasakan utk selalu berwudhu terutama dalam kondisi saat akan "tidur, agar saat nyawa kita di ambil kita dalam keadaan suci setelah berwudhu

(17). Sering berpesan kepada anak-anak dan keturunan agar jadi shalih-shalihah, gemar mendoakan orang tua baik ketika hidup, atau setelah meninggalkan dunia

(18). Menjaga "kesehatan fisik" dgn cara menjaga pola makan sehat, Berolahraga ringan, dan Istirahat yang cukup, supaya mendukung kelancaran ibadah2 di atas.

(19). Semakin kikir dengan waktu karena jatah usia hidup di dunia semakin sedikit sehingga "Semangat" menyiapkan bekal

(20). Ber-sungguh2 melakukan "Seluruh" amalan2 di atas sampai datangnya "ajal"

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

"Barangsiapa yang melakukan kebaikan pada usia yang masih tersisa, maka dia 'Diampuni' dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yg melakukan "Keburukan" pada usia yang masih tersisa, maka dia pun akan disiksa karena dosa2 di masa lalunya dan pada usia yang tersisa" (HR Ath-Thabrani, hadits dari Abu Dzar, lihat Shahihut Targhiib wat Tarhiib no. 3156)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

l

Tidak ada komentar:

Posting Komentar