JUMLAH PENGUNJUNG : ***** SELAMAT DATANG ***** di BLOG : NUR ALI MUNTARI *****

good hits
Websites Statistics Tool *** = [ BERITA ] = *** Hari ini :
*** SELAMAT DATANG DI WEBSITE / BLOG : NUR ALI MUNTARI <***> MUNTARI Info Com <***> Berbagi Informasi untuk Kemaslahatan Umat *** Terima Kasih atas Kunjungan Anda ***
"Subhanallah", Maha Suci Allah ~ "Alhamdulillah", Segala Puji bagi Allah ~ "Allahu Akbar", Allah Maha Besar ~ "La illaaha illallah", Tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah ~ Laahaula walakuwwata illabillahil 'aliyyil 'adzim ~ Allahumma solli ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad ~ Astaghfirullah hal adzim wa atuubu illaihi

Senin, 20 Juli 2026

Kemuliaan Seorang Mukmin

 *Kemuliaan Seorang Mukmin*

قال بشر بن الحارث رحمه الله:

عِزُّ الْمُؤْمِنِ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ، وَشَرَفُهُ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ.

Artinya:

Bishr bin Al-Harits رحمه الله berkata:

“Kemuliaan seorang mukmin terletak pada sikapnya yang tidak bergantung kepada manusia. Dan kehormatannya terletak pada qiyamul lail.”

PENJELASAN

Bishr bin Al-Harits Al-Hafi رحمه الله (wafat 227 H) adalah salah seorang imam besar dalam mazhab ahli zuhud. Beliau hidup sangat sederhana, tetapi namanya harum di kalangan para ulama karena ketakwaan, wara’, dan kedalaman ibadahnya. Nasihat-nasihat beliau lahir bukan dari teori, tetapi dari hati yang telah lama merasakan manisnya dekat dengan Allah.

Beliau berkata,

“Kemuliaan seorang mukmin terletak pada sikapnya yang tidak bergantung kepada manusia. Dan kehormatannya terletak pada qiyamul lail.”

Betapa berbeda ukuran kemuliaan menurut langit dan menurut manusia.

Manusia sering mengukur kemuliaan dari apa yang terlihat.

Semakin tinggi jabatan, semakin mulia.

Semakin banyak harta, semakin dihormati.

Semakin terkenal, semakin dianggap berhasil.

Padahal semua itu bisa hilang dalam sekejap.

Jabatan dapat dicabut.

Harta dapat habis.

Popularitas dapat sirna.

Tetapi ada kemuliaan yang tidak bisa dirampas siapa pun.

Yaitu ketika hati tidak lagi bergantung kepada manusia.

Orang yang hidupnya selalu menunggu penghargaan manusia akan mudah kecewa.

Ia senang ketika dipuji.

Ia gelisah ketika diabaikan.

Ia terluka ketika dicela.

Karena kebahagiaannya berada di tangan manusia.

Sedangkan seorang mukmin yang mengenal Allah tidak menggantungkan harga dirinya kepada makhluk.

Ia tetap berbuat baik meski tidak dipuji.

Ia tetap ikhlas meski tidak dikenal.

Ia tetap jujur meski tidak ada yang melihat.

Karena yang ia cari bukan penilaian manusia, tetapi ridha Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)

Lalu Bishr Al-Hafi menyebut sesuatu yang sangat menarik.

Beliau tidak mengatakan bahwa kehormatan seorang mukmin ada pada banyaknya ilmu, panjangnya ceramah, atau besarnya amal yang dilihat manusia.

Beliau berkata,

“Kehormatannya ada pada qiyamul lail.”

Mengapa?

Karena malam adalah saat semua topeng terlepas.

Di siang hari kita bisa terlihat saleh di hadapan manusia.

Tetapi ketika malam tiba, tidak ada yang tahu siapa yang benar-benar bangun menghadap Allah.

Saat itulah terlihat siapa yang benar-benar mencintai Rabbnya.

Qiyamul lail adalah ibadah yang paling sunyi.

Tidak ada tepuk tangan.

Tidak ada pujian.

Tidak ada kamera.

Tidak ada yang tahu berapa lama kita berdiri.

Tidak ada yang melihat air mata yang jatuh.

Hanya Allah.

Mungkin itulah sebabnya para salaf sangat mencintai malam.

Karena di sanalah mereka meletakkan seluruh beban hidupnya.

Di sanalah mereka menangis.

Di sanalah mereka mengadu.

Di sanalah mereka memperoleh kekuatan untuk menghadapi beratnya kehidupan di siang hari.

Maka jangan bersedih jika namamu tidak dikenal manusia.

Yang perlu kita khawatirkan adalah jika nama kita tidak dikenal di langit.

Dan jangan terlalu sibuk memperindah amal yang dilihat manusia.

Sibukkanlah diri dengan amal yang hanya diketahui oleh Allah.

Mungkin hanya dua rakaat sebelum Subuh.

Mungkin hanya beberapa menit bermunajat.

Namun bisa jadi, itulah amal yang paling mulia di sisi-Nya.

Ya Allah…

Jadikan hati kami hanya bergantung kepada-Mu.

Jangan Engkau jadikan kami hamba yang hidup dari pujian manusia.

Karuniakan kepada kami kelezatan bermunajat di sepertiga malam.

Hiasi hidup kami dengan keikhlasan, muliakan kami dengan tawakal, dan bangkitkan kami pada hari kiamat bersama hamba-hamba yang Engkau cintai.

Aamiin ya Rabbal ’alamin......

Rabu, 15 Juli 2026

Ujung Jasad Berlabuh

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Wahai jiwa-jiwa manusia yang terpesona oleh kemegahan dunia... pernahkah engkau merenung mengapa manusia begitu bangga terhadap sesuatu yang bahkan tidak mampu menyelamatkannya dari satu kepastian yang bernama kematian. Semegah apa pun kendaraan yang kau miliki, pada hari terakhirmu bukan lagi engkau yang mengendarainya, melainkan tubuhmulah yang dipikul di atas bahu manusia lain menuju tempat yang tidak pernah bisa ditolak oleh siapa pun. Semewah apa pun rumah yang selama ini kau banggakan, kelak ia hanya menjadi bangunan yang kau tinggalkan untuk diwariskan kepada orang lain. Sesombong apa pun langkahmu ketika berjalan di atas bumi, ujung perjalananmu hanyalah sebidang tanah yang sunyi, tempat seluruh kebanggaan berhenti berbicara. Lalu mengapa hati begitu mudah terpikat oleh sesuatu yang bahkan tidak sanggup menemanimu melewati satu malam pertama di alam kubur.

Wahai jiwa-jiwa manusia yang menghabiskan umur, waktu, dan tenaga demi mengejar kemewahan dunia... pernahkah engkau memikirkan bahwa dunia yang begitu mati-matian kau perjuangkan suatu hari akan melepaskanmu tanpa rasa iba. Kendaraan yang dahulu selalu kau cuci dan kau banggakan akan tetap terparkir di garasimu ketika tubuhmu telah terbujur kaku tak bernyawa. Rumah yang dahulu kau bangun dengan penuh ambisi akan tetap berdiri, sementara namamu perlahan menghilang dari setiap sudutnya. Lemari yang penuh pakaian akan tetap tertutup, rekening yang penuh angka tidak mampu membeli satu tarikan nafas lagi, dan seluruh benda yang dahulu membuatmu merasa lebih tinggi hanya akan menjadi milik orang lain. Saat itu engkau akan memahami bahwa selama hidup ternyata engkau hanya menjadi penjaga sementara, bukan pemilik yang sebenarnya.

Wahai jiwa-jiwa manusia yang membangun singgasana kesombongan di atas jasad yang rapuh... lihatlah dirimu dengan mata hatimu. Tubuh yang hari ini kau kagumi sesungguhnya sedang berjalan menuju kehancurannya sedikit demi sedikit. Setiap helai rambut yang memutih sedang mengabarkan bahwa waktu tidak pernah berhenti. Setiap kerutan yang mulai tampak sedang mengingatkan bahwa dunia bukan tempat menetap. Kelak wajah yang dahulu dipuji-puji akan menua, tangan yang dahulu menggenggam harta akan terbuka tanpa membawa apa pun, dan jasad yang dahulu dielu-elukan perlahan akan menyatu dengan tanah. Betapa ironisnya manusia yang sepanjang hidup sibuk mengagumi tubuhnya, padahal tubuh itu sendiri akan menjadi sesuatu yang paling cepat meninggalkannya. Yang tersisa bukan ketampanan, bukan kecantikan, bukan kekuatan, bukan kemewahan, tetapi hanya amal lilahita'ala yang pernah ia persembahkan kepada rabb-Nya. Tidak ada kendaraan mewah yang ikut masuk liang kuburmu untuk menemanimu. Tidak ada rumah megah yang melindungimu dari gelapnya kubur. Tidak ada jabatan yang menjawab pertanyaan di alam barzakh. Tidak ada pujian yang mampu menerangi kesunyianmu. 

Wahai jiwa-jiwa manusia yang hari ini masih diberi kesempatan bernafas... jangan biarkan hidupmu habis hanya untuk membesarkan sesuatu yang pasti akan musnah. Karena kenyataan yang paling menyakitkan adalah ketika seseorang baru menyadari bahwa seluruh hidupnya dihabiskan demi mengejar sesuatu yang tidak membawa manfaat apapun bagi akhiratnya, sementara bekal yang seharusnya menerangi kuburnya justru ia tinggalkan dalam kelalaian. Maka sebelum jasadmu dipikul, sebelum rumahmu ditinggalkan, dan sebelum jasadmu kembali menjadi tanah, rendahkanlah hatimu di hadapan Allah dan gunakan apapun dititipkan oleh-Nya untuk menebar kebaikan dimanapun kakimu berpijak bukan digunakan untuk berfoya-foya. Sebab hanya hati yang tunduk kepada-Nya dan kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidupnya yang akan tetap hidup, ketika seluruh kebanggaan dunia telah hancur bersama tanah yang menutup jasadmu. #foryou #renungan

Selasa, 14 Juli 2026

Pertanyaan Soal Game Online

Apakah saat ini untuk pembayaran uang dari hasil game online mengalami kemacetan?

+2
Tidak ada gangguan sistem perbankan atau dompet digital nasional secara umum. Namun, jika Anda mengalami masalah pencairan (withdrawal), kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh pemblokiran rekening terkait judi online oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau kebijakan penipuan (scam) dari aplikasi game itu sendiri. [1, 2]
Penyebab spesifik yang sering terjadi meliputi:
  • Pemblokiran Rekening/E-Wallet: Pemerintah secara masif memblokir puluhan ribu rekening dan dompet digital (e-wallet) yang terindikasi memfasilitasi transaksi judi online atau situs ilegal. [1, 2]
  • Penipuan Berkedok Game (Scam): Banyak aplikasi mengklaim sebagai penghasil uang, namun sebenarnya merupakan money game atau penipuan yang memang tidak memiliki niat untuk membayar penggunanya. [1, 2]
  • Pelanggaran Syarat & Ketentuan: Penarikan (withdrawal) tertahan akibat pemain tidak memenuhi syarat minimum penarikan atau terdeteksi menggunakan cheat (kecurangan) di dalam game. [1]
Untuk membantu mengecek masalah Anda secara spesifik, beri tahu saya:
  • Apa nama aplikasi game yang sedang Anda gunakan?
  • Metode pembayaran atau e-wallet apa yang Anda gunakan untuk mencairkan uang?
  • Apakah ada pesan error tertentu yang muncul saat Anda mencoba melakukan penarikan?
Thumbnail video terkait
9:34
YouTube·Official iNews
Thumbnail video terkait

Senin, 06 Juli 2026

Ayah

 ☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sejenak Pagi.

*Ayah, Punggung yang Jadi Penyangga Kita*

Kemarin membahas tentang *Ibu*.

Hari kita bahas tentang *Ayah*.

Yang keringatnya jatuh sebelum air matanya. 

Yang suaranya tegas tapi doanya paling lembut. *Ayah.*

Allah Ta'ala gabungkan nama Ayah dan Ibu dalam satu perintah Allah Ta'ala :

 *"Berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu"* 

(Surat Al-Isra (17) ayat 23)

Karena surga ada di antara keduanya.

*1. Ayah = Tiang Rumah* 

Coba bayangin rumah tanpa tiang. 

Pasti roboh.  

Begitu juga keluarga tanpa Ayah.

Panas-panasan di jalan, kehujanan, ditolak, digaji telat. 

Tapi pas pulang ke rumah, dia senyum.  

Ditanya "Capek Pa?" 

Jawabnya: "Enggak, demi kalian."  

Ayah rela tidak jajan, tidak beli baju baru, demi uang jajan kita tidak telat.  

*"Lelaki itu pemimpin"* 

(Surat An-Nisa (4) ayat 34). 

Pemimpin itu yang paling capek, paling disalahkan, tapi paling bertahan.

*2. Ayah = Guru Kehidupan Pertama* 

Ibu ngajarin kita "bagaimana merasa".  

Ayah ngajarin kita "bagaimana bertahan".

Naik sepeda dia yang lepasin pegangan.  

Nembak kerja pertama dia yang ajarin bikin CV.  

Patah hati pertama dia yang bilang :

"Laki-laki itu jangan cengeng ,bangkit."  

Tegasnya Ayah itu bukan benci. 

Itu bentuk sayang yang tidak pandai diungkapkan.

Rasululloh ﷺ bersabda : 

*"Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama dari pendidikan yang baik."* 

(HR. Tirmidzi)

Didik = bukan cuma sekolah. Tapi ngajarin jujur, tanggung jawab, shalat.

*3. Ayah = Pintu Surga Tengah* 

Nabi ﷺ bersabda :

*"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua. Dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."* 

(HR. Tirmidzi)

Dan ada riwayat :

*"Ayah adalah pintu surga yang paling tengah."*

Artinya: Mau masuk surga lewat pintu VIP? Lewat ridhanya Ayah.  

Maafnya Ayah itu berat. 

Tapi sekali Ayah bilang "Bapak ridha nak", hidup kita berasa dilancarkan Allah.

Sayangnya kita sering gini :

Ke Ibu: "Bu, kangen. Minta doa ya."  

Ke Ayah: "Pa, transfer ya." 

Padahal Ayah juga butuh dipeluk. 

Butuh ditanya "Pa udah makan?". 

Butuh dipuji "Makasih ya Pa udah berjuang".

Jangan tunggu Ayah sakit baru kita sadar.

Jangan tunggu di pusara baru kita nangis bawa bunga.

*PR untuk kita:*

1.  *Salim dan cium tangan Ayah* walau udah umur 40 tahun atau lebih.

2.  *Minta maaf* atas semua ngeyel dan ngebantah dulu.

3.  *Doakan*: 

_"Allahummaghfirli wa liwalidiyya warhamhuma kama rabbayani shaghira"_

Karena penyesalan paling dalam anak laki-laki/perempuan adalah :

"Andai dulu aku lebih sering bilang terima kasih ke Ayah..."

Ya Allah... 

Jadikan Ayah kami ahli surga. 

Kuatkan fisiknya, berkahi rezekinya, dan bahagiakan tuanya seperti dia membahagiakan kecil kami. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*

Wallahu A'lam Bisshawab.

Ya Allah, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.

Ya Allah, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepada-Mu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepada-Mu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapan-Mu, lalu Engkau Mengasihinya.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

Minggu, 05 Juli 2026

Nasihat Untuk Diri Sendiri dan Kita Semua

 *Bismillahirrahmanirrahim*  

*NASEHAT IBRAH UNTUK DIRI SENDIRI & KITA SEMUA* 🤍

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh  

Dulurs WAG yang dirahmati Allah...

*Satu persatu... teman, sahabat, .. telah dipanggil pulang ke kampung akhirat.*

Kemarin masih chat grup.  

Kemarin masih komunikasi , canda bareng.  

Kemarin masih ..... ya kemarin....  

Hari ini... namanya sudah jadi almarhum

*Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.*

*1. INI PENGINGAT DARI ALLAH*

Allah nggak bisik-bisik. Allah teriak lewat kematian orang lain.  

*"Kullu nafsin dzaaiqatul maut"*  

_“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati”_ [QS. Ali Imran: 185]

*"Aina maa takuunu yudrikkumul mautu walau kuntum fii buruujim musyayyadah"*  

_“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh”_ [QS. An-Nisa: 78]

Rasulullah ﷺ bersabda:  

*"Aksiruu dzikra haadzimil ladzaat"*  

_“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian”_ [HR. Tirmidzi]

Bukan biar pesimis. Tapi biar *fokus*.

*2. MENSYUKURI NIKMAT UMUR*

Sahabat,temankita sudah nggak bisa sujud lagi.  

Kita masih bisa.  

Dia sudah nggak bisa baca Qur’an lagi.  

Kita masih bisa.  

Dia sudah nggak bisa sedekah lagi.  

Kita masih bisa.

*"Hatta idzaa jaa’a ahadahumul maut, qaala rabbirji’uun. La’allii a’malu shaalihan fiima taraktu"*  

_“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku beramal shalih yang telah aku tinggalkan’”_ [QS. Al-Mu’minun: 99-100]

Jawabannya? *"Kalla"* = Sekali-kali tidak. Pintu sudah tutup.

Rasulullah ﷺ bersabda:  

*"Niamataani maghbuunun fiihimaa katsiirun minannaas: ash-shihhatu wal faraagh"*  

_“Ada 2 nikmat yang kebanyakan manusia tertipu: Kesehatan dan waktu luang”_ [HR. Bukhari]

Umur kita sekarang = *bonus*. Jangan dipakai buat nunda taubat.

*3. JAGA HAK-HAK ALLAH SELAGI MASIH HIDUP*

Mumpung masih ada napas, mumpung masih bisa wudhu, mumpung masih bisa jalan ke masjid:

1.  *Hak Allah: Tauhid & Ibadah*  

    _“Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduun”_ [QS. Adz-Dzariyat: 56]  

    Sholat 5 waktu jangan bolong. Itu janji syahadat pertama kita di alam ruh.

2.  *Hak Sesama: Memaafkan & Menyambung Silaturahim*  

    Rasulullah ﷺ: *"Laa yahillu li muslimin an yahjura akhaahu fawqa tsalaats"*  

    _“Tidak halal bagi muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari”_ [HR. Bukhari Muslim]  

    Ada yang masih ngganjel di hati? Chat sekarang. Hati yg selamat saling Minta maaf....dan memaafkan.

3.  *Hak Diri: Isi dengan Amal Jariyah*  

    *"Idzaa maata ibnu aadama inqatha’a ‘amaluhu illa min tsalaats..."*  

    _“Jika anak Adam mati, putus amalnya kecuali 3: Sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, anak shalih yang mendoakan”_ [HR. Muslim]

Sahabat,teman2 kita sudah pulang duluan. Mungkin dia sekarang sedang ditanya: _“Man Rabbuka?”_  

Semoga jawabnya lancar: _“Rabbiyallah”_.

......

Giliran kita tinggal nunggu. Nggak tau kapan.  

ITapi yang pasti: *mati itu janji, hidup ini ujian.*

jadikan WAG ini bukan cuma komunikasi silaturahim tapi buat saling ingatkan taat.  

Saling genggam di dunia, biar ketemu lagi di surganya Allah.

*Allahummaj’al khayra ‘umurinaa aakhirahu, wa khayra a’maalinaa khawaatimahu*  

_Ya Allah jadikan sebaik-baik umur kami adalah akhirnya, dan sebaik-baik amal kami adalah penutupnya. Aamiin_

Mohon maaf lahir batin jika selama ini ada salah kata.  

_“Watawaashau bil haqqi watawaashau bish shabr”_ [QS. Al-Ashr: 3]

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏

Senin, 29 Juni 2026

3 Ujian Allah Subhanahu wa ta'ala

 💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sejenak Pagi.

*Allah Ta'ala Akan Menguji Hamba-Nya dengan 3 Cara* 

Ini biar kita tidak kaget kalau hidup tidak mulus terus. 

Karena ujian itu tanda Allah Ta'ala masih peduli sama kita.

*1. Ujian dengan Perintah dan Larangan - _Ujian Taat*_ 

Ini ujian paling dasar. 

"Mau nurut apa tidak?"

*Contoh:* 

Disuruh shalat 5 waktu padahal lagi capek kerja. 

Disuruh jujur padahal kalau bohong untungnya lebih gede. 

Disuruh tahan lisan padahal udah emosi banget.

Allah Ta'ala berfirman :

*"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman' dan mereka tidak diuji?"*

(Surat Al-Ankabut (29) ayat 2)

Yang lulus ujian ini :

Yang bilang *"Sami’na wa atha’na"* = Kami dengar, kami taat. 

*2. Ujian dengan Kesempitan dan Kesulitan - _Ujian Sabar*_

Ini ujian pas lagi susah. Biar tahu kita kuat apa tidak.

*Contoh:* 

Dagangan Bisnis sepi 3 bulan padahal modal sudah keluar semua. 

Sakit, PHK, ditipu orang, utang numpuk.

Allah Ta'ala berfirman :

*"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar"*

 (Surat Al-Baqarah (2) ayat 155)

Ujian ini buat 2 hal :

1. Nggugurin dosa, 

2. Naikin derajat. 

Jadi jangan bilang "Allah nggak adil". 

Bilang aja "Ya Allah kuatin aku."

*3. Ujian dengan Kesenangan dan Kelapangan - _Ujian Syukur*_

Ini ujian yang paling banyak bikin orang gagal. Soalnya kalau susah kita ingat Allah Ta'ala. 

Pas senang, gampang lupa.

*Contoh:* 

Tiba-tiba usaha laris manis, omzet naik 10x. Dapat warisan, naik gaji, viral jualannya. Hati-hati... ini lagi diuji.

Allah Ta'ala berfirman :

*"Dan Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan"*

(Surat Al-Anbiya (21) ayat 35)

Ujian senang itu :

Apa hartanya bikin makin dekat sama Allah Ta'ala, atau malah makin sombong, pelit, lupa sedekah?

*Kesimpulannya:*  

Hidup itu muter di 3 ini aja: *Diperintah → Disempitkan → Dilapangkan.* 

Tugas kita cuma 1 :

*Taat ketika senang, Sabar ketika susah, Syukur ketika lapang.*

Nabi ﷺ bersabda :

*"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik untuknya..."*

(HR. Muslim)

Karena kalau diuji susah → sabar = pahala.  

Kalau diuji senang → syukur = pahala.

Jadi masalah yang lagi kita kuatirkan sekarang? Bisa jadi itu cara no 2. Tahan ya. Allah Ta'ala lagi naikin level kita.

*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*

Wallahu A'lam Bisshawab.

Ya Allah, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.

Ya Allah, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepada-Mu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepada-Mu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapan-Mu, lalu Engkau Mengasihinya.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.