JUMLAH PENGUNJUNG : ***** SELAMAT DATANG ***** di BLOG : NUR ALI MUNTARI *****

good hits
Websites Statistics Tool *** = [ BERITA ] = *** Hari ini :
*** SELAMAT DATANG DI WEBSITE / BLOG : NUR ALI MUNTARI <***> MUNTARI Info Com <***> Berbagi Informasi untuk Kemaslahatan Umat *** Terima Kasih atas Kunjungan Anda ***
"Subhanallah", Maha Suci Allah ~ "Alhamdulillah", Segala Puji bagi Allah ~ "Allahu Akbar", Allah Maha Besar ~ "La illaaha illallah", Tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah ~ Laahaula walakuwwata illabillahil 'aliyyil 'adzim ~ Allahumma solli ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad ~ Astaghfirullah hal adzim wa atuubu illaihi

Selasa, 14 Juli 2026

Pertanyaan Soal Game Online

Apakah saat ini untuk pembayaran uang dari hasil game online mengalami kemacetan?

+2
Tidak ada gangguan sistem perbankan atau dompet digital nasional secara umum. Namun, jika Anda mengalami masalah pencairan (withdrawal), kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh pemblokiran rekening terkait judi online oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau kebijakan penipuan (scam) dari aplikasi game itu sendiri. [1, 2]
Penyebab spesifik yang sering terjadi meliputi:
  • Pemblokiran Rekening/E-Wallet: Pemerintah secara masif memblokir puluhan ribu rekening dan dompet digital (e-wallet) yang terindikasi memfasilitasi transaksi judi online atau situs ilegal. [1, 2]
  • Penipuan Berkedok Game (Scam): Banyak aplikasi mengklaim sebagai penghasil uang, namun sebenarnya merupakan money game atau penipuan yang memang tidak memiliki niat untuk membayar penggunanya. [1, 2]
  • Pelanggaran Syarat & Ketentuan: Penarikan (withdrawal) tertahan akibat pemain tidak memenuhi syarat minimum penarikan atau terdeteksi menggunakan cheat (kecurangan) di dalam game. [1]
Untuk membantu mengecek masalah Anda secara spesifik, beri tahu saya:
  • Apa nama aplikasi game yang sedang Anda gunakan?
  • Metode pembayaran atau e-wallet apa yang Anda gunakan untuk mencairkan uang?
  • Apakah ada pesan error tertentu yang muncul saat Anda mencoba melakukan penarikan?
Thumbnail video terkait
9:34
YouTube·Official iNews
Thumbnail video terkait

Senin, 06 Juli 2026

Ayah

 ☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sejenak Pagi.

*Ayah, Punggung yang Jadi Penyangga Kita*

Kemarin membahas tentang *Ibu*.

Hari kita bahas tentang *Ayah*.

Yang keringatnya jatuh sebelum air matanya. 

Yang suaranya tegas tapi doanya paling lembut. *Ayah.*

Allah Ta'ala gabungkan nama Ayah dan Ibu dalam satu perintah Allah Ta'ala :

 *"Berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu"* 

(Surat Al-Isra (17) ayat 23)

Karena surga ada di antara keduanya.

*1. Ayah = Tiang Rumah* 

Coba bayangin rumah tanpa tiang. 

Pasti roboh.  

Begitu juga keluarga tanpa Ayah.

Panas-panasan di jalan, kehujanan, ditolak, digaji telat. 

Tapi pas pulang ke rumah, dia senyum.  

Ditanya "Capek Pa?" 

Jawabnya: "Enggak, demi kalian."  

Ayah rela tidak jajan, tidak beli baju baru, demi uang jajan kita tidak telat.  

*"Lelaki itu pemimpin"* 

(Surat An-Nisa (4) ayat 34). 

Pemimpin itu yang paling capek, paling disalahkan, tapi paling bertahan.

*2. Ayah = Guru Kehidupan Pertama* 

Ibu ngajarin kita "bagaimana merasa".  

Ayah ngajarin kita "bagaimana bertahan".

Naik sepeda dia yang lepasin pegangan.  

Nembak kerja pertama dia yang ajarin bikin CV.  

Patah hati pertama dia yang bilang :

"Laki-laki itu jangan cengeng ,bangkit."  

Tegasnya Ayah itu bukan benci. 

Itu bentuk sayang yang tidak pandai diungkapkan.

Rasululloh ﷺ bersabda : 

*"Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama dari pendidikan yang baik."* 

(HR. Tirmidzi)

Didik = bukan cuma sekolah. Tapi ngajarin jujur, tanggung jawab, shalat.

*3. Ayah = Pintu Surga Tengah* 

Nabi ﷺ bersabda :

*"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua. Dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."* 

(HR. Tirmidzi)

Dan ada riwayat :

*"Ayah adalah pintu surga yang paling tengah."*

Artinya: Mau masuk surga lewat pintu VIP? Lewat ridhanya Ayah.  

Maafnya Ayah itu berat. 

Tapi sekali Ayah bilang "Bapak ridha nak", hidup kita berasa dilancarkan Allah.

Sayangnya kita sering gini :

Ke Ibu: "Bu, kangen. Minta doa ya."  

Ke Ayah: "Pa, transfer ya." 

Padahal Ayah juga butuh dipeluk. 

Butuh ditanya "Pa udah makan?". 

Butuh dipuji "Makasih ya Pa udah berjuang".

Jangan tunggu Ayah sakit baru kita sadar.

Jangan tunggu di pusara baru kita nangis bawa bunga.

*PR untuk kita:*

1.  *Salim dan cium tangan Ayah* walau udah umur 40 tahun atau lebih.

2.  *Minta maaf* atas semua ngeyel dan ngebantah dulu.

3.  *Doakan*: 

_"Allahummaghfirli wa liwalidiyya warhamhuma kama rabbayani shaghira"_

Karena penyesalan paling dalam anak laki-laki/perempuan adalah :

"Andai dulu aku lebih sering bilang terima kasih ke Ayah..."

Ya Allah... 

Jadikan Ayah kami ahli surga. 

Kuatkan fisiknya, berkahi rezekinya, dan bahagiakan tuanya seperti dia membahagiakan kecil kami. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*

Wallahu A'lam Bisshawab.

Ya Allah, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.

Ya Allah, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepada-Mu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepada-Mu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapan-Mu, lalu Engkau Mengasihinya.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

Minggu, 05 Juli 2026

Nasihat Untuk Diri Sendiri dan Kita Semua

 *Bismillahirrahmanirrahim*  

*NASEHAT IBRAH UNTUK DIRI SENDIRI & KITA SEMUA* 🤍

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh  

Dulurs WAG yang dirahmati Allah...

*Satu persatu... teman, sahabat, .. telah dipanggil pulang ke kampung akhirat.*

Kemarin masih chat grup.  

Kemarin masih komunikasi , canda bareng.  

Kemarin masih ..... ya kemarin....  

Hari ini... namanya sudah jadi almarhum

*Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.*

*1. INI PENGINGAT DARI ALLAH*

Allah nggak bisik-bisik. Allah teriak lewat kematian orang lain.  

*"Kullu nafsin dzaaiqatul maut"*  

_“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati”_ [QS. Ali Imran: 185]

*"Aina maa takuunu yudrikkumul mautu walau kuntum fii buruujim musyayyadah"*  

_“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh”_ [QS. An-Nisa: 78]

Rasulullah ﷺ bersabda:  

*"Aksiruu dzikra haadzimil ladzaat"*  

_“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian”_ [HR. Tirmidzi]

Bukan biar pesimis. Tapi biar *fokus*.

*2. MENSYUKURI NIKMAT UMUR*

Sahabat,temankita sudah nggak bisa sujud lagi.  

Kita masih bisa.  

Dia sudah nggak bisa baca Qur’an lagi.  

Kita masih bisa.  

Dia sudah nggak bisa sedekah lagi.  

Kita masih bisa.

*"Hatta idzaa jaa’a ahadahumul maut, qaala rabbirji’uun. La’allii a’malu shaalihan fiima taraktu"*  

_“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku beramal shalih yang telah aku tinggalkan’”_ [QS. Al-Mu’minun: 99-100]

Jawabannya? *"Kalla"* = Sekali-kali tidak. Pintu sudah tutup.

Rasulullah ﷺ bersabda:  

*"Niamataani maghbuunun fiihimaa katsiirun minannaas: ash-shihhatu wal faraagh"*  

_“Ada 2 nikmat yang kebanyakan manusia tertipu: Kesehatan dan waktu luang”_ [HR. Bukhari]

Umur kita sekarang = *bonus*. Jangan dipakai buat nunda taubat.

*3. JAGA HAK-HAK ALLAH SELAGI MASIH HIDUP*

Mumpung masih ada napas, mumpung masih bisa wudhu, mumpung masih bisa jalan ke masjid:

1.  *Hak Allah: Tauhid & Ibadah*  

    _“Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduun”_ [QS. Adz-Dzariyat: 56]  

    Sholat 5 waktu jangan bolong. Itu janji syahadat pertama kita di alam ruh.

2.  *Hak Sesama: Memaafkan & Menyambung Silaturahim*  

    Rasulullah ﷺ: *"Laa yahillu li muslimin an yahjura akhaahu fawqa tsalaats"*  

    _“Tidak halal bagi muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari”_ [HR. Bukhari Muslim]  

    Ada yang masih ngganjel di hati? Chat sekarang. Hati yg selamat saling Minta maaf....dan memaafkan.

3.  *Hak Diri: Isi dengan Amal Jariyah*  

    *"Idzaa maata ibnu aadama inqatha’a ‘amaluhu illa min tsalaats..."*  

    _“Jika anak Adam mati, putus amalnya kecuali 3: Sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, anak shalih yang mendoakan”_ [HR. Muslim]

Sahabat,teman2 kita sudah pulang duluan. Mungkin dia sekarang sedang ditanya: _“Man Rabbuka?”_  

Semoga jawabnya lancar: _“Rabbiyallah”_.

......

Giliran kita tinggal nunggu. Nggak tau kapan.  

ITapi yang pasti: *mati itu janji, hidup ini ujian.*

jadikan WAG ini bukan cuma komunikasi silaturahim tapi buat saling ingatkan taat.  

Saling genggam di dunia, biar ketemu lagi di surganya Allah.

*Allahummaj’al khayra ‘umurinaa aakhirahu, wa khayra a’maalinaa khawaatimahu*  

_Ya Allah jadikan sebaik-baik umur kami adalah akhirnya, dan sebaik-baik amal kami adalah penutupnya. Aamiin_

Mohon maaf lahir batin jika selama ini ada salah kata.  

_“Watawaashau bil haqqi watawaashau bish shabr”_ [QS. Al-Ashr: 3]

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏

Senin, 29 Juni 2026

3 Ujian Allah Subhanahu wa ta'ala

 💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sejenak Pagi.

*Allah Ta'ala Akan Menguji Hamba-Nya dengan 3 Cara* 

Ini biar kita tidak kaget kalau hidup tidak mulus terus. 

Karena ujian itu tanda Allah Ta'ala masih peduli sama kita.

*1. Ujian dengan Perintah dan Larangan - _Ujian Taat*_ 

Ini ujian paling dasar. 

"Mau nurut apa tidak?"

*Contoh:* 

Disuruh shalat 5 waktu padahal lagi capek kerja. 

Disuruh jujur padahal kalau bohong untungnya lebih gede. 

Disuruh tahan lisan padahal udah emosi banget.

Allah Ta'ala berfirman :

*"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman' dan mereka tidak diuji?"*

(Surat Al-Ankabut (29) ayat 2)

Yang lulus ujian ini :

Yang bilang *"Sami’na wa atha’na"* = Kami dengar, kami taat. 

*2. Ujian dengan Kesempitan dan Kesulitan - _Ujian Sabar*_

Ini ujian pas lagi susah. Biar tahu kita kuat apa tidak.

*Contoh:* 

Dagangan Bisnis sepi 3 bulan padahal modal sudah keluar semua. 

Sakit, PHK, ditipu orang, utang numpuk.

Allah Ta'ala berfirman :

*"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar"*

 (Surat Al-Baqarah (2) ayat 155)

Ujian ini buat 2 hal :

1. Nggugurin dosa, 

2. Naikin derajat. 

Jadi jangan bilang "Allah nggak adil". 

Bilang aja "Ya Allah kuatin aku."

*3. Ujian dengan Kesenangan dan Kelapangan - _Ujian Syukur*_

Ini ujian yang paling banyak bikin orang gagal. Soalnya kalau susah kita ingat Allah Ta'ala. 

Pas senang, gampang lupa.

*Contoh:* 

Tiba-tiba usaha laris manis, omzet naik 10x. Dapat warisan, naik gaji, viral jualannya. Hati-hati... ini lagi diuji.

Allah Ta'ala berfirman :

*"Dan Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan"*

(Surat Al-Anbiya (21) ayat 35)

Ujian senang itu :

Apa hartanya bikin makin dekat sama Allah Ta'ala, atau malah makin sombong, pelit, lupa sedekah?

*Kesimpulannya:*  

Hidup itu muter di 3 ini aja: *Diperintah → Disempitkan → Dilapangkan.* 

Tugas kita cuma 1 :

*Taat ketika senang, Sabar ketika susah, Syukur ketika lapang.*

Nabi ﷺ bersabda :

*"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik untuknya..."*

(HR. Muslim)

Karena kalau diuji susah → sabar = pahala.  

Kalau diuji senang → syukur = pahala.

Jadi masalah yang lagi kita kuatirkan sekarang? Bisa jadi itu cara no 2. Tahan ya. Allah Ta'ala lagi naikin level kita.

*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*

Wallahu A'lam Bisshawab.

Ya Allah, jadikanlah awal hariku ini sebagai kesuksesan dan akhirnyapun dipenuhi dengan keberhasilan serta pertengahan diliputi dengan kebaikan.

Ya Allah, sampaikanlah sholawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertaubat kepada-Mu, lalu Engkau menerima taubatnya dan orang yang bertawakkal kepada-Mu, lalu Engkau melindungi dan orang yang merendah di hadapan-Mu, lalu Engkau Mengasihinya.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

Selasa, 23 Juni 2026

Hikmah Puasa Asyura

 

*Hikmah Puasa Asyura: Meneladani Para Nabi, Mensyukuri Nikmat Allah, dan Meraih Ampunan di Bulan Muharram*

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah سبحانه وتعالى. Ia termasuk empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an, bulan yang di dalamnya seorang muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi maksiat.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ﴾

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan dalam ketetapan Allah, di antaranya ada empat bulan haram.”

(QS. At-Taubah: 36)

Di antara hari yang paling agung dalam bulan Muharram adalah hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Hari ini memiliki sejarah panjang sejak zaman para nabi, dan Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus terhadapnya dengan menganjurkan umatnya untuk berpuasa.

Puasa Asyura: Sunnah yang Sangat Dianjurkan

Puasa Asyura dahulu pernah diwajibkan sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadhan. Setelah Ramadhan diwajibkan, hukum puasa Asyura berubah menjadi sunnah yang sangat dianjurkan.

Dari Mu‘awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ، وَلَمْ يُكْتَبْ عَلَيْكُمْ صِيَامُهُ، وَأَنَا صَائِمٌ، فَمَنْ شَاءَ صَامَ، وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْ»

“Sesungguhnya ini adalah hari Asyura. Allah tidak mewajibkan kalian berpuasa pada hari ini. Aku berpuasa, maka siapa yang ingin berpuasa silakan berpuasa, dan siapa yang ingin berbuka maka silakan berbuka.”

(HR. al-Bukhari no. 2003 dan Muslim no. 1129)

Imam an-Nawawi رحمه الله (w. 676 H) berkata:

صوم يوم عاشوراء سنة مؤكدة

“Puasa hari Asyura adalah sunnah muakkadah.”

(Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, Dar al-Fikr, juz 6 hlm. 383)

Keutamaan Besar: Penghapus Dosa Setahun

Keutamaan terbesar puasa Asyura disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah رضي الله عنه:

«صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ»

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.”

(HR. Muslim no. 1162)

Hadits ini menunjukkan besarnya karunia Allah. Dengan satu hari puasa sunnah, seorang muslim dapat memperoleh penghapusan dosa selama satu tahun sebelumnya.

Imam an-Nawawi رحمه الله menjelaskan:

المراد تكفير الصغائر دون الكبائر

“Yang dimaksud adalah penghapusan dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar.”

(Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, Dar Ihya’ at-Turats al-’Arabi, juz 8 hlm. 51)

Adapun dosa-dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh, penyesalan, dan tekad untuk tidak mengulanginya.

Hari Diselamatkannya Nabi Musa عليه السلام

Salah satu hikmah terbesar puasa Asyura adalah sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah kepada Nabi Musa عليه السلام dan Bani Israil dari kezaliman Fir‘aun.

Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan:

«قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ الْمَدِينَةَ، فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟ قَالُوا: يَوْمٌ صَالِحٌ، نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَبَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: أَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ»

“Ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka berkata: Ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu. Rasulullah ﷺ bersabda: Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa.”

(HR. al-Bukhari no. 2004 dan Muslim no. 1130)

Hadits ini menunjukkan bahwa kaum Muslimin adalah pewaris ajaran tauhid yang dibawa seluruh nabi. Kecintaan kepada Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan seluruh rasul merupakan bagian dari iman.

Pelajaran Besar Tentang Pertolongan Allah

Peristiwa Asyura mengajarkan bahwa pertolongan Allah sering datang ketika seluruh jalan tampak tertutup.

Ketika Nabi Musa berada di depan Laut Merah dan di belakangnya pasukan Fir’aun, sebagian pengikutnya berkata:

﴿إِنَّا لَمُدْرَكُونَ﴾

“Kita pasti akan tersusul.”

(QS. Asy-Syu‘ara: 61)

Namun Nabi Musa menjawab:

﴿كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ﴾

“Sekali-kali tidak. Sesungguhnya Rabbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

(QS. Asy-Syu‘ara: 62)

Betapa banyak di antara kita yang pernah berada pada titik merasa tidak ada jalan keluar. Hutang menumpuk, usaha sulit, kesehatan terganggu, keluarga diuji, cita-cita terasa jauh. Asyura mengajarkan bahwa saat manusia merasa jalan tertutup, Allah mampu membuka jalan yang tidak pernah terlintas dalam pikiran.

Menghidupkan Syukur dengan Amal Saleh

Puasa Asyura juga mengajarkan bahwa syukur diwujudkan dengan ketaatan.

Nabi Musa berpuasa sebagai bentuk syukur atas nikmat keselamatan. Rasulullah ﷺ pun berpuasa dan menghidupkan sunnah tersebut.

Ibnu Rajab al-Hanbali رحمه الله (w. 795 H) berkata:

وكان موسى عليه السلام يصومه شكراً لله

“Nabi Musa berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur kepada Allah.”

(Lathā’if al-Ma’ārif, Muassasah ar-Risalah, hlm. 103)

Karena itu, syukur bukan hanya ucapan Alhamdulillah, tetapi diwujudkan dalam bentuk ibadah dan ketaatan.

Mengapa Dianjurkan Berpuasa Tanggal 9 Muharram?

Meskipun Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura, beliau juga menginginkan umatnya memiliki identitas tersendiri dan tidak menyerupai Ahli Kitab secara persis.

Beliau bersabda:

«لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ»

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”

(HR. Muslim no. 1134)

Imam an-Nawawi رحمه الله berkata:

فيه استحباب صوم التاسع مع العاشر

“Dalam hadits ini terdapat anjuran berpuasa tanggal sembilan bersama tanggal sepuluh.”

(Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, juz 8 hlm. 12)

Karena itu para ulama menganjurkan agar puasa Asyura disertai puasa Tasu’a (9 Muharram).

Tiga Tingkatan Puasa Asyura

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-’Asqalani رحمه الله (w. 852 H) menjelaskan:

مراتب صوم عاشوراء ثلاث

“Tingkatan puasa Asyura ada tiga.”

(Fatḥ al-Bārī, Dar al-Ma‘rifah, juz 4 hlm. 246)

Beliau kemudian menjelaskan:

أدناها أن يصوم العاشر وحده

“Tingkatan paling rendah adalah berpuasa tanggal 10 saja.”

وفوقه أن يصوم التاسع معه

“Lebih utama darinya adalah berpuasa tanggal 9 dan 10.”

وفوقه أن يصوم التاسع والعاشر والحادي عشر

“Dan lebih utama lagi adalah berpuasa tanggal 9, 10, dan 11.”

(Fatḥ al-Bārī, juz 4 hlm. 246)

Dengan demikian terdapat tiga tingkatan puasa Asyura:

Pertama, puasa tanggal 10 Muharram saja.

Kedua, puasa tanggal 9 dan 10 Muharram.

Ketiga, puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram, dan inilah tingkatan yang paling sempurna.

Mengumpulkan Banyak Keutamaan Sekaligus

Orang yang berpuasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram mengumpulkan berbagai keutamaan sekaligus:

* Keutamaan puasa Asyura yang menghapus dosa setahun yang lalu.

* Keutamaan memperbanyak puasa di bulan Muharram.

* Keutamaan menyelisihi Ahli Kitab.

* Keutamaan puasa tiga hari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ»

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

(HR. Muslim no. 1163)

Imam Ibnu Rajab رحمه الله berkata:

صيام عاشوراء يكفر ذنوب سنة ماضية، وصيام يوم عرفة يكفر ذنوب سنتين

“Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu, sedangkan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.”

(Lathā’if al-Ma’ārif, hlm. 101)

Muharram Momentum Memperbaiki Diri

Awal tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Ia adalah pengingat bahwa umur kita berkurang dan perjalanan menuju Allah semakin dekat.

Puasa Asyura mengajarkan syukur, kesabaran, harapan, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi hamba yang beriman.

Sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa dari Fir’aun, Allah juga mampu menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari berbagai kesulitan yang mereka hadapi.

Karena itu, Asyura bukan hanya tentang sejarah masa lalu, tetapi tentang keyakinan bahwa Allah yang menolong para nabi adalah Allah yang sama yang kita sembah hari ini.

Semoga Allah ﷻ memberikan taufik kepada kita untuk menghidupkan sunnah puasa Tasu’a dan Asyura, menerima amal ibadah kita, menghapus dosa-dosa yang telah lalu, serta menjadikan Muharram sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada-Nya.

Aamiin Yā Rabbal ‘Ālamīn.

Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam

✒️ Madarif Institute

Untuk mendukung dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute

📷 Instagram: @madarifinstitute

🌐 Web: madarifinstitute.org