JUMLAH PENGUNJUNG : ***** SELAMAT DATANG ***** di BLOG : NUR ALI MUNTARI *****

good hits
Websites Statistics Tool *** = [ BERITA ] = *** Hari ini :
*** SELAMAT DATANG DI WEBSITE / BLOG : NUR ALI MUNTARI <***> MUNTARI Info Com <***> Berbagi Informasi untuk Kemaslahatan Umat *** Terima Kasih atas Kunjungan Anda ***
"Subhanallah", Maha Suci Allah ~ "Alhamdulillah", Segala Puji bagi Allah ~ "Allahu Akbar", Allah Maha Besar ~ "La illaaha illallah", Tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah ~ Laahaula walakuwwata illabillahil 'aliyyil 'adzim ~ Allahumma solli ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad ~ Astaghfirullah hal adzim wa atuubu illaihi

Selasa, 23 Juni 2026

Hikmah Puasa Asyura

 

*Hikmah Puasa Asyura: Meneladani Para Nabi, Mensyukuri Nikmat Allah, dan Meraih Ampunan di Bulan Muharram*

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah سبحانه وتعالى. Ia termasuk empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an, bulan yang di dalamnya seorang muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi maksiat.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ﴾

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan dalam ketetapan Allah, di antaranya ada empat bulan haram.”

(QS. At-Taubah: 36)

Di antara hari yang paling agung dalam bulan Muharram adalah hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Hari ini memiliki sejarah panjang sejak zaman para nabi, dan Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus terhadapnya dengan menganjurkan umatnya untuk berpuasa.

Puasa Asyura: Sunnah yang Sangat Dianjurkan

Puasa Asyura dahulu pernah diwajibkan sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadhan. Setelah Ramadhan diwajibkan, hukum puasa Asyura berubah menjadi sunnah yang sangat dianjurkan.

Dari Mu‘awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ، وَلَمْ يُكْتَبْ عَلَيْكُمْ صِيَامُهُ، وَأَنَا صَائِمٌ، فَمَنْ شَاءَ صَامَ، وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْ»

“Sesungguhnya ini adalah hari Asyura. Allah tidak mewajibkan kalian berpuasa pada hari ini. Aku berpuasa, maka siapa yang ingin berpuasa silakan berpuasa, dan siapa yang ingin berbuka maka silakan berbuka.”

(HR. al-Bukhari no. 2003 dan Muslim no. 1129)

Imam an-Nawawi رحمه الله (w. 676 H) berkata:

صوم يوم عاشوراء سنة مؤكدة

“Puasa hari Asyura adalah sunnah muakkadah.”

(Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, Dar al-Fikr, juz 6 hlm. 383)

Keutamaan Besar: Penghapus Dosa Setahun

Keutamaan terbesar puasa Asyura disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah رضي الله عنه:

«صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ»

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.”

(HR. Muslim no. 1162)

Hadits ini menunjukkan besarnya karunia Allah. Dengan satu hari puasa sunnah, seorang muslim dapat memperoleh penghapusan dosa selama satu tahun sebelumnya.

Imam an-Nawawi رحمه الله menjelaskan:

المراد تكفير الصغائر دون الكبائر

“Yang dimaksud adalah penghapusan dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar.”

(Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, Dar Ihya’ at-Turats al-’Arabi, juz 8 hlm. 51)

Adapun dosa-dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh, penyesalan, dan tekad untuk tidak mengulanginya.

Hari Diselamatkannya Nabi Musa عليه السلام

Salah satu hikmah terbesar puasa Asyura adalah sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah kepada Nabi Musa عليه السلام dan Bani Israil dari kezaliman Fir‘aun.

Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan:

«قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ الْمَدِينَةَ، فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟ قَالُوا: يَوْمٌ صَالِحٌ، نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَبَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: أَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ»

“Ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka berkata: Ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu. Rasulullah ﷺ bersabda: Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa.”

(HR. al-Bukhari no. 2004 dan Muslim no. 1130)

Hadits ini menunjukkan bahwa kaum Muslimin adalah pewaris ajaran tauhid yang dibawa seluruh nabi. Kecintaan kepada Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan seluruh rasul merupakan bagian dari iman.

Pelajaran Besar Tentang Pertolongan Allah

Peristiwa Asyura mengajarkan bahwa pertolongan Allah sering datang ketika seluruh jalan tampak tertutup.

Ketika Nabi Musa berada di depan Laut Merah dan di belakangnya pasukan Fir’aun, sebagian pengikutnya berkata:

﴿إِنَّا لَمُدْرَكُونَ﴾

“Kita pasti akan tersusul.”

(QS. Asy-Syu‘ara: 61)

Namun Nabi Musa menjawab:

﴿كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ﴾

“Sekali-kali tidak. Sesungguhnya Rabbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

(QS. Asy-Syu‘ara: 62)

Betapa banyak di antara kita yang pernah berada pada titik merasa tidak ada jalan keluar. Hutang menumpuk, usaha sulit, kesehatan terganggu, keluarga diuji, cita-cita terasa jauh. Asyura mengajarkan bahwa saat manusia merasa jalan tertutup, Allah mampu membuka jalan yang tidak pernah terlintas dalam pikiran.

Menghidupkan Syukur dengan Amal Saleh

Puasa Asyura juga mengajarkan bahwa syukur diwujudkan dengan ketaatan.

Nabi Musa berpuasa sebagai bentuk syukur atas nikmat keselamatan. Rasulullah ﷺ pun berpuasa dan menghidupkan sunnah tersebut.

Ibnu Rajab al-Hanbali رحمه الله (w. 795 H) berkata:

وكان موسى عليه السلام يصومه شكراً لله

“Nabi Musa berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur kepada Allah.”

(Lathā’if al-Ma’ārif, Muassasah ar-Risalah, hlm. 103)

Karena itu, syukur bukan hanya ucapan Alhamdulillah, tetapi diwujudkan dalam bentuk ibadah dan ketaatan.

Mengapa Dianjurkan Berpuasa Tanggal 9 Muharram?

Meskipun Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura, beliau juga menginginkan umatnya memiliki identitas tersendiri dan tidak menyerupai Ahli Kitab secara persis.

Beliau bersabda:

«لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ»

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”

(HR. Muslim no. 1134)

Imam an-Nawawi رحمه الله berkata:

فيه استحباب صوم التاسع مع العاشر

“Dalam hadits ini terdapat anjuran berpuasa tanggal sembilan bersama tanggal sepuluh.”

(Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, juz 8 hlm. 12)

Karena itu para ulama menganjurkan agar puasa Asyura disertai puasa Tasu’a (9 Muharram).

Tiga Tingkatan Puasa Asyura

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-’Asqalani رحمه الله (w. 852 H) menjelaskan:

مراتب صوم عاشوراء ثلاث

“Tingkatan puasa Asyura ada tiga.”

(Fatḥ al-Bārī, Dar al-Ma‘rifah, juz 4 hlm. 246)

Beliau kemudian menjelaskan:

أدناها أن يصوم العاشر وحده

“Tingkatan paling rendah adalah berpuasa tanggal 10 saja.”

وفوقه أن يصوم التاسع معه

“Lebih utama darinya adalah berpuasa tanggal 9 dan 10.”

وفوقه أن يصوم التاسع والعاشر والحادي عشر

“Dan lebih utama lagi adalah berpuasa tanggal 9, 10, dan 11.”

(Fatḥ al-Bārī, juz 4 hlm. 246)

Dengan demikian terdapat tiga tingkatan puasa Asyura:

Pertama, puasa tanggal 10 Muharram saja.

Kedua, puasa tanggal 9 dan 10 Muharram.

Ketiga, puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram, dan inilah tingkatan yang paling sempurna.

Mengumpulkan Banyak Keutamaan Sekaligus

Orang yang berpuasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram mengumpulkan berbagai keutamaan sekaligus:

* Keutamaan puasa Asyura yang menghapus dosa setahun yang lalu.

* Keutamaan memperbanyak puasa di bulan Muharram.

* Keutamaan menyelisihi Ahli Kitab.

* Keutamaan puasa tiga hari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ»

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

(HR. Muslim no. 1163)

Imam Ibnu Rajab رحمه الله berkata:

صيام عاشوراء يكفر ذنوب سنة ماضية، وصيام يوم عرفة يكفر ذنوب سنتين

“Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu, sedangkan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.”

(Lathā’if al-Ma’ārif, hlm. 101)

Muharram Momentum Memperbaiki Diri

Awal tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Ia adalah pengingat bahwa umur kita berkurang dan perjalanan menuju Allah semakin dekat.

Puasa Asyura mengajarkan syukur, kesabaran, harapan, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi hamba yang beriman.

Sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa dari Fir’aun, Allah juga mampu menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari berbagai kesulitan yang mereka hadapi.

Karena itu, Asyura bukan hanya tentang sejarah masa lalu, tetapi tentang keyakinan bahwa Allah yang menolong para nabi adalah Allah yang sama yang kita sembah hari ini.

Semoga Allah ﷻ memberikan taufik kepada kita untuk menghidupkan sunnah puasa Tasu’a dan Asyura, menerima amal ibadah kita, menghapus dosa-dosa yang telah lalu, serta menjadikan Muharram sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada-Nya.

Aamiin Yā Rabbal ‘Ālamīn.

Wallāhu subḥānahu wa ta‘ālā a‘lam

✒️ Madarif Institute

Untuk mendukung dakwah Madarif Institute silahkan berikan infaq terbaik melalui rekening: 7314673349 (BSI) a.n YYS MADARIF INSPIRASI INDONESIA

🎥 Youtube: Madarif Institute

📷 Instagram: @madarifinstitute

🌐 Web: madarifinstitute.org

Kamis, 18 Juni 2026

Amalan-amalan Penutup Usia

AMALAN2 PERSIAPAN PENUTUP USIA

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

"Sebaik-Baik Manusia adalah Yg Panjang Umurnya & Baik Amalannya". Sedangkan seburuk-buruk manusia itu yang panjang umurnya dan juga jelek amalannya" (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim, hadits dari Abu Bakrah, Shahiihul Jaami’ 3297)

Rasulullah صلى الله عليه و سلم ditanya :

"Mukmin manakah yang paling cerdas ?" Beliau bersabda: "Seseorang yang paling banyak 'mengingat kematian' & yg paling baik "persiapannya" untuk Hidup Setelah Mati. Mereka itulah orang2 yang Cerdas" 

(HR. Ibnu Majah, Ash-Shahihah no.1384)

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

Umur (manusia) tergantung di akhirnya dan amalannya tergantung penutupnya.

Dan barangsiapa yang 'beramal jelek' di akhir umurnya, maka dia akan 'bertemu' dengan Rabb-nya dalam keadaan Jelek. (Fawaa-idul Fawaa-id hal 342)

Imam al-'Utsaimin رحمه الله berkata :

"Maka sdh selayaknya orang yg usianya semakin menua untuk "memperbanyak" amal shalih, meskipun para remaja juga 'Seharusnya' demikian. Karena manusia tidak tahu kapankah ia akan meninggal. Bisa saja, Seorang Pemuda "Meninggal" Di Usia Mudanya, atau Ajalnya Tertunda hingga ia TUA. Akan tetapi, Yang PASTI, orang yang sudah berusia Senja ia lebih dekat kepada Kematian. Karena ia telah menghabiskan jatah usianya (selama di dunia)" (Syarah Riyadhus Shalihin I/348)

Di antara amal persiapan penutup usia:

(01). Mengamalkan amalan2 yang Wajib

(02). Menghindari hal² yang diharamkan, makruh, syubhat, & sia2 tdk bermanfaat

(03). Lebih menambah Amalan2 Sunnah

(04). Senantiasa beristighfar / bertaubat

(05). Memperbanyak tasbih, tahmid, dan membaca shalawat & juga dzikir lainnya, terutama membaca dzikir pagi & petang

(06). Rutin dalam mempelajari Al-Qur'an

(07). Aktif utk menghadiri "majelis ilmu"

(08). Berkumpul dgn orang2 yang shalih

(09). Memperbanyak amal² jariyah yang pahalanya terus mengalir setelah wafat sprti; bersedekah, mengajarkan ilmu dll

(10). Mengusahakan mengawali hal-hal yg baik agar nantinya "diikuti" orang lain sehingga 'pahala mengalir' sampai mati

(11). Perbaiki Hubungan dgn orang lain, bayar hutang, minta maaf, & kembalikan milik mereka yang "dulu" pernah diambil

(12). Sering Berdoa agar istiqomah, dan wafat dengan kondisi "husnul khatimah"

(13). Memperbesar harapan kpd ALLAH, tidak berburuk sangka dan berputus asa

(14). Menyambung 'Silaturrahim' dengan kerabat mendatangkan umur yg "berkah"

(15). Memperbanyak syukur nikmat, dan sabar atas segala bentuk ujian & cobaan

(16). Membiasakan utk selalu berwudhu terutama dalam kondisi saat akan "tidur, agar saat nyawa kita di ambil kita dalam keadaan suci setelah berwudhu

(17). Sering berpesan kepada anak-anak dan keturunan agar jadi shalih-shalihah, gemar mendoakan orang tua baik ketika hidup, atau setelah meninggalkan dunia

(18). Menjaga "kesehatan fisik" dgn cara menjaga pola makan sehat, Berolahraga ringan, dan Istirahat yang cukup, supaya mendukung kelancaran ibadah2 di atas.

(19). Semakin kikir dengan waktu karena jatah usia hidup di dunia semakin sedikit sehingga "Semangat" menyiapkan bekal

(20). Ber-sungguh2 melakukan "Seluruh" amalan2 di atas sampai datangnya "ajal"

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

"Barangsiapa yang melakukan kebaikan pada usia yang masih tersisa, maka dia 'Diampuni' dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yg melakukan "Keburukan" pada usia yang masih tersisa, maka dia pun akan disiksa karena dosa2 di masa lalunya dan pada usia yang tersisa" (HR Ath-Thabrani, hadits dari Abu Dzar, lihat Shahihut Targhiib wat Tarhiib no. 3156)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

l

Rabu, 17 Juni 2026

Puasa di bulan Muharram

Ada beberapa hadits shahih tentang puasa di bulan Muharram:

1. Puasa paling utama setelah Ramadhan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam."

(HR. Abu Hurairah, Sahih Muslim)

Hadits ini menunjukkan keutamaan memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram.

2. Keutamaan Puasa Asyura (10 Muharram)

Dari Abu Qatadah Al-Anshari, Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu."

(HR. Sahih Muslim)

Yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, adapun dosa besar memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.

3. Anjuran Berpuasa Tanggal 9 Muharam

Ketika Rasulullah ﷺ mengetahui bahwa orang Yahudi juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram, beliau bersabda:

> "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan."

(HR. Sahih Muslim)

Karena itu para ulama menganjurkan:

*Puasa 9 dan 10 Muharram (Tasu'a dan Asyura) — paling utama.*

Jika tidak bisa, puasa 10 dan 11 Muharram.

Atau minimal puasa tanggal 10 Muharram.

*Ringkas nya*:

- Muharram adalah bulan terbaik untuk puasa sunnah setelah Ramadan.

- Puasa Asyura (10 Muharram) dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

- Dianjurkan menyelisihi kebiasaan Yahudi dengan menambah puasa pada tanggal 9 Muharram.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk menghidupkan sunnah puasa Muharram dan menerima amal ibadah kita. 

Aamiin ya Rabb 🌿

Ciri-ciri Waktu Berkah

  بـــــــسم اللّـــــــه

 السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

*CIRI-CIRI WAKTU BERKAH*

TIDAK semua orang mengisi waktu dengan kualitas yang sama. Ada waktu yang terasa sempit, cepat, dan santai tanpa makna. Tapi ada juga waktu yang terasa lapang, tenang, dan penuh manfaat. Itulah waktu yang barokah.

Barokah sendiri berarti waktunya sama tapi kebaikannya bertambah-tambah (ziyadatul khoir). Pahalanya mengalir deras karena waktu diisi dengan niat ikhlas dan perilaku ibadah, baik ibadah khusus maupun ibadah umum. Bermanfaat untuk pengembangan diri dan bermanfaat untuk orang banyak.

Jadi barokah (berkah) bukan soal panjangnya waktunya, tapi kebaikan yang diridhoi Allah di dalamnya. Lalu, apa saja tanda-tanda waktu Anda berkah?

1.⁠ ⁠*Sedikit waktu, banyak hasil*

Anda bekerja sebentar, tapi hasilnya maksimal. Inilah keberkahan. Allah melipatgandakan manfaat dan pahala.

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A’raf : 96)

2.⁠ ⁠*Hati terasa tenang saat beraktivitas*

Kesibukan tidak membuat gelisah dan merasa bersalah (feeling guilty), justru hati semakin tenang. Diri ini merasa mantap berada di jalan yang lurus (on the track). Seperti doa dalam surah Al Fatihah yang dibaca setiap hari : _Ihdinassirothol mustaqim (tunjukilah kami jalan yang lurus)"_

3.⁠ ⁠*Mudah melakukan kebaikan*

Jika Anda dimudahkan untuk shalat, sedekah, dan amal saleh lainnya, itu tanda keberkahan waktu.

Rasulullah saw bersabda: 

> "Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia akan memudahkannya untuk beramal saleh."

 (HR. Ahmad)

4.⁠ ⁠*Terhindar dari hal sia-sia*

Waktu yang berkah dijaga dari aktivitas yang tidak bermanfaat dan dosa.

Rasulullah saw bersabda: 

> "Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya." 

(HR. Tirmidzi)

5.⁠ ⁠*Produktif tanpa melalaikan ibadah*

Bekerja tetap jalan, ibadah tetap terjaga. Seimbang antara hablum minaallah dan hablum minannas. Tidak sok sibuk cari uang, sehingga ibadah kepada Allah berantakan.

> "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat." 

(QS. An-Nur : 37)

6.⁠ ⁠*Ada rasa cukup (qana’ah)*

Meski hasil belum sempurna, uang juga tidak terlalu banyak, tapi hati tetap merasa cukup dan bersyukur.

Rasulullah saw bersabda: 

> "Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya." 

(HR. Muslim)

7.⁠ ⁠*Waktu terasa cepat, tapi penuh makna*

Hari berlalu cepat, tapi tidak kosong dari amal sholih dan dakwah.

Rasulullah saw bersabda: 

> "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya (yaitu) kesehatan dan waktu luang." 

(HR. Bukhari)

Sahabat...

Semoga tujuh keberkahan waktu di atas ada pada diri saya dan diri Anda. 

Sebab keberkahan waktu bukan sekadar soal manajemen, tapi soal kedekatan dengan Allah. 

Bahkan Nabi saw berdoa khusus untuk umatnya :

> "Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi mereka." (HR. Tirmidzi)

Maka mulailah hari dengan niat mencari ridho Allah, diisi dengan kebaikan dan dakwah, serta menjaga diri dari maksiat. 

Karena yang kita butuhkan bukan waktu yang panjang, tapi waktu yang penuh keberkahan.

*_Barakallahu Fiikum_*

Selasa, 16 Juni 2026

Perpisahan Sekolah Paud KB NURUS SYAMSYUN




 




Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Kepada Para Orang Tua Wali Murid semua yang Tercinta. Terima kasih kami ucapkan atas kepercayaan panjenengan semuanya yang telah menitipkan putra-putrinya kepada kami untuk di didik dan dibina agar menjadi Anak yang Soleh dan Soleha. Cerdas dan Pandai. Berguna bagi, Agama, nusa dan bangsa serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Itu tententunya doa dan harapan dari kami semua para pendidik/guru kepada para muridnya. Tak lupa juga kami mohon maaf apabila selama kami Mendidik putra-putri Bapak/Ibu Wali murid ada kekurangan serta kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Terima kasih atas perhatiannya serta pemberian baik berupa moril maupun materiil kepada kami / Paud KB NURUS SYAMSYUN. Barakallah Fikum 🤲

Jazaakumullah khoiron Katsiro. Jazaakumullah Hasanal Aksan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh. 

🙏🙏🙏


Susukan Comal Pemalang 

Selasa, 16 Juni 2026

PAUD KB NURUS SYAMSYUN 

Rabu, 10 Juni 2026

Sukses Itu Apa ?

*Sukses itu Apa*

Sejatinya pencapaian sukses manusia masing-masing mempunyai karakter dan target sendiri.

Seseorang sukses tergantung dari cara dia menyikapi hidup.

Ada yg merasa sukses jika punya rumah mewah dan besar.

Ada yg merasa sukses dengan mobil mewah paling mahal.

Ada yg merasa sukses dengan jabatan paling tinggi atau harta yg melimpah ruah.

Apakah itu disebut Sukses...?!

°°°

Dulu sejak SD kita selalu diingatkan:

"Belajar, Nak. Agar nilaimu bagus. Kelak jadi orang sukses."

Menginjak SMP, SMA, hingga kuliah, nasihat itu tetap sama:

"Belajarlah sungguh-sungguh."

Raih prestasi setinggi mungkin. Agar masa depanmu cerah."

Agar kamu jadi orang Sukses.

°°°

Ketika dewasa, bekerja, membangun keluarga, mengumpulkan harta, dan meraih kedudukan, kita mulai memahami bahwa semua itu hanyalah *sasaran antara, bukan tujuan akhir.*

Sebab umur terus berjalan.

Rambut yang dulu hitam mulai memutih.

Tubuh yang dulu kuat mulai melemah.

Jabatan berganti orang.

Harta berpindah tangan.

Anak-anak tumbuh dan memiliki kehidupan sendiri.

°°°

Lalu seorang lansia yang bijak akan bertanya kepada dirinya:

> "Setelah semua yang kukejar ini, apa yang sebenarnya ingin kuraih?"

🏨Jawabannya bukan lagi rumah yang lebih besar.

🚘 Bukan kendaraan yang lebih mewah.

💙 Bukan pula pujian manusia.

Tetapi satu harapan yang paling berharga:

Allah ridha kepadanya dan memasukkannya ke dalam Surga.

Karena pada akhirnya, orang yang paling sukses bukanlah yang memiliki harta terbanyak, melainkan yang mengakhiri hidupnya dengan iman.

*Bukan yang paling terkenal, melainkan yang paling diterima amalnya.*

*Bukan yang paling tinggi kedudukannya di dunia, melainkan yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah.*

Sebagaimana firman Allah:

> "Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung." (QS. Ali 'Imran: 185)

Maka bagi seorang lansia, ukuran sukses mulai berubah:

Hari yang sukses adalah hari yang diisi dzikir.

Waktu yang sukses adalah waktu yang mendekatkan diri kepada Allah.

Usia yang sukses adalah usia yang ditutup dengan taubat, amal saleh, dan husnul khatimah.

Sebab puncak seluruh perjalanan hidup bukanlah pensiun yang nyaman, melainkan kematian yang mengantarkan ke Surga.☘️

Selasa, 02 Juni 2026

Afirmasi Pagi

 ‎☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️

‎*AFIRMASI PAGI*

‎🚀🏆 Bismillāh…

‎🥇🕋 Dengan izin Allah, hari ini seluruh ikhtiarku bernilai ibadah.

‎🥇🕋 Aku berikhtiar dengan jujur, amanah, dan niat karena Allah

‎🥇🕋 Rezekiku tidak tertukar, tidak tertunda, dan datang dari jalan yang halal.

‎🥇🕋 Allah mudahkan setiap urusan pribadiku dan keluargaku.

‎🥇🕋 Setiap hamba Allah yang dihadirkan untukku adalah titipan-Nya, yang harus aku layani dengan akhlak terbaik.

‎🥇🕋 Keuntungan yang aku peroleh membawa keberkahan, dan menjadi bekal untuk akhirat kelak.

‎🥇🕋 Aku yakin, apa yang Allah tetapkan untukku pasti cukup, bahkan lebih, dan itulah yang terbaik.

‎🥇🕋 Ya Allah, lapangkan hatiku, cerdaskan pikiranku, dan kuatkan ikhtiarku hari ini.

‎Rabbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, wa baarik lii fi rizqii.

‎Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepada kami, berikan kami kepahaman,

‎dan berkahilah rezeki kami.

‎Aamiin ya Mujibas sa’ilin 

‎🤲🏻🥹🚀✊🏻✊❤️🕋