Selasa, 07 Januari 2025

Beriman Akan Adanya Syafaat

*Bismillahirrahmanirrahim*


♥️Wasilah  1969


*”Beriman akan adanya Syafaat Nabi Muhammad Shalallahu’alayhi wasallam”*


💢  *Beriman dengan adanya Syafaat Nabi Muhammad ﷺ adalah termasuk keyakinan Ahlu Sunnah wal jama’ah*


➡  ini adalah termasuk *aqidah yang harus diyakini oleh seorang muslim.*


♦️  Beliau mengatakan,


وبقوم يُخرَجون من النار بعدما احترقوا وصاروا فحمًا


*”Dan beriman bahwasanya akan ada kaum yang keluar dari Neraka setelah terbakar dan dia menjadi arang”*


فيؤمر بهم إلى نهر على باب الجنة كما جاء في الأثر


📌*”Maka orang tersebut akan diperintahkan untuk singgah di sebuah sungai yang ada didekat pintu surga sebagaimana datang didalam sebuah Atsar”.*


♦️ _Beliau_ melanjutkan dan mengatakan


كيف شاء الله وكما شاء،


📌*”Sesuai dengan kehendak Allah dan sebagaimana kehendak Allah”*


إنما هو الإيمان به


📌*”Sesungguhnya kita hanyalah beriman dan mempercayainya”*


والتصديق به


📌*”dan juga membenarkannya.”*


♦️  Beliau mengatakan,


والإيمان بشفاعة النبي ﷺ


📌*”Beriman dengan adanya Syafaat Nabi Muhammad ﷺ”*


💢  _Termasuk diantara_ *aqidah Ahlu Sunnah wal jama’ah:* 

📌 *Dengan beriman dengan adanya Syafaat di hari kiamat.*


💢 *KEWAJIBAN kita sebagai seorang muslim adalah:*

📌 *Meyakini berbagai perkara yang ghaib yang terjadi di hari kiamat, termasuk diantaranya adalah SYAFAAT.*


🧩🧩 Kata “Syafaat” *secara bahasa* = artinya *”genap”*


📌 Allah ﷻ mengatakan (dalam surat Al-Fajr ayat 3):


وَّالشَّفۡعِ وَالۡوَتۡرِۙ‏


*”Dan demi yang genap dan Ganjil”*


💢 Dinamakan dengan SYAFAAT _karena:_


📌 *Orang yang memberikan syafaat berarti dia menjadikan yag semula ganjil menjadi genap.*


📌  *Bagaimana bisa demikian?*

◄► *Asalnya satu orang, yang dia memiliki haajah, memiliki keinginan, memiliki kehendak, memiliki keperluan; ketika orang lain memberikan syafaat (memberikan rekomendasi) maka jadilah genap.*  

◄► *Awalnya dia sendiri, akhirnya menjadi berdua. Sekarang menjadi ada dua orang yang meminta.*

➡  *Inilah yang dimaksud dengan “Syafaat” _secara bahasa_*


🧩🧩 _Adapun_ *secara istilah* yang dimaksud dengan SYAFAAT adalah:

📌 *Seseorang meminta kebaikan untuk orang lain.*


طلب الخير ب الغير


*”Meminta kebaikan untuk orang lain”*


◄► dan “KEBAIKAN” disini = bisa dalam rangka *mendatangkan manfaat atau  kebaikan.*

◄►  yang artinya adalah *menolak mudharat*

➡  *Inilah yang dimaksud dengan “Syafaat” _secara istilah._*


💢 *SYAFAAT*

🔸 ada Syafaat di dunia 

🔸 dan ada Syafaat di akhirat.  


💢  SYAFAAT DI DUNIA 

➖ misalnya: 

▣|  *Seseorang di sebuah sekolah ada seorang murid dan dia memiliki keperluan* 

▣|  *dan sekolah mengharuskan semuanya untuk masuk kelas dan tidak boleh absen.*

▣|  Dan suatu ketika, dia mendapatkan musibah orang tuanya meninggal dunia atau sakit. kemudian dia ingin pulang. 

▣|  Sementara *aturan disekolah tersebut tidak boleh.* 

▣|  *kemudian datang seorang guru mendatangi kepala sekolahnya (yang berwenang).*

▣|  *kemudian memohonkan izin, merekomendasi* - mengatakan misalnya:

▣|  “Tolong anak ini di izinkan untuk pulang sebentar, karena ibunya sedang sakit dan tidak ada orang di sana”.

▣|  *Akhirnya diterima, dibolehkan anak tadi untuk pulang.*

➡ *Berarti guru tadi telah memberikan Syafaat nya.*


📌 *Siapa yang memiliki haajah (keperluan)?*

➡ *”Siswa”* tadi 


📌 Adapun *”Guru”* = *memberikan syafaat.*


📌 *Jadi permintaannya, digabungkan menjadi satu. Permintaan tadi dan juga permintaan orang yang memberikan syafaat.*


🟫👉🏿 ini contoh *Syafaat di dunia* - dan _Syafaat seperti ini *boleh.*_

📌 Nabi ﷺ mengatakan,


اشْفَعُوا تُؤْجَرُوا …


*”Hendaklah kalian memberikan syafaat niscaya kalian akan mendapatkan pahala”*


➡ Tentunya *dengan syarat-syarat yang disebutkan oleh para ulama.*


⸷  Seperti orang tersebut memberikan syafaat untuk siswa tadi, 

⸷  kemudian siswa tadi diperbolehkan untuk pulang 

⸷  menengok ibunya, membantu ibunya, 

⸷  maka orang yang memberikan syafaat tadi mendapatkan pahala.


اشْفَعُوا تُؤْجَرُوا 


📌*”Hendaklah kalian memberikan syafaat niscaya kalian akan mendapatkan pahala”*


💢 Dan Allah subhanahu wa Ta’ala mengatakan,


مَّن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً حَسَنَةً يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٌ مِّنْهَا ۖ…


📌*”Barangsiapa yang memberikan syafaat dengan Syafaat yang baik maka dia akan mendapatkan bagiannya”

➿ _QS. An-Nisa [4]: 85_


➡  Dan ini termasuk *bentuk ta’awun* 

➖ *Saling bekerja sama antara saudara se-Islam.*


➡ dan Allah Ta’ala mengatakan,


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ…


📌*”Hendaklah kalian saling berta’awun didalam kebaikan dan ketakwaan”*

➿ _QS. Al Maidah [5]: 2_


Wallahu alam bhisawab

4 Perkara Yang Ditanyakan


*ﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ*

*ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ*

*Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh*

     🌹🍁🍀


 *☘~RENUNGAN RABU DINI HARI - 8 ROJAB*

   *1446 H~☘*


*🌴~Mengambil  Pelajaran Adanya*

 *MUSIBAH~🌴*


*ربنُ حِبَّانَ والترمذيُّ في جامِعِه أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قالَ: “لا تزولُ قَدَمَا عبدٍ يومَ القيامةِ حتَّى يُسألَ عن أربعٍ عَن عُمُرِه فيما أفناهُ وعن جسدِهِ فيما أبلاهُ وعن عِلمِهِ ماذا عَمِلَ فيهِ وعن مالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وفيما أنفقَهُ “*. 


*🌺~DIRIWAYATKAN OLEH IBNU  HIBBAN DAN  AT TIRMIZI :*


*🌹~Sesungguhnya  Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :*

*~Tidak  akan bergeser  kedua telapak  kedua  kaki seorang  hamba dihari kiamat  sehingga  ditanya dengan empat macam, yaitu :...*

*~Tentang  umurnya  habis digunakan untuk  apa,  jasadnya rusak digunakan untuk  apa, llmunya  bagaimana  mengamalkannya, hartanya   dari  mana mencari dan kemana membelanjakannya...*


*🌴~DUA Pelajaran yang terdapat di dalam*

*hadits*

    *di atas~🌴*


*🌻.1~Seseorang selama masih hidup di dunia tidak lepas dari ruang dan waktu, keduanya berobah dan berobah hanya saja perubahan waktu terasa begitu cepat...*


~Kurun waktu dua belas bulan tahun 1443h telah kita tinggalkan dan kita memasuki kurun waktu dua belas yang akan datang yaitu tahun 1444 H...

~Yang dengan waktu akan berakhir hidup kita dan esok akan dihisab, maka hisablah diri kita sebelum dihisab...


*🌻.2~Esok dihari hisab seseorang tidak bergerak dari tempat  tinggalnya sampai  ditanyakan EMPAT perkara...*


*🌹.a~* -

*~Tentang umurnya...*

~Sejak baligh digunakan untuk  apa sampai mati,  bila  digunakan untuk  melaksanakan  apa yang  diwajibkan oleh  Allah ﷻ  dan menjauhi apa yang  diharamkanNya maka sungguh  ia telah selamat, bila tidak maka hancurlah...


*🌹.b~*

*~Tentang  jasad/ badan...*

~Bila  digunakan untuk taat  kepada  Allah ﷻ sungguh  ia telah  mendapatkan kebahagian  dan kesuksesan bersama  orang - orang yang  sukses tetapi bila digunakan untuk  maksiat  kepada  Allah ﷻ maka sungguh  termasuk orang yang rugi  dan gagal...


*🌹.c~*

*~Tentang  ilmunya...*

~Apa yang  diamalkan atau ditanya,  apakah kamu perbuat belajar ilmu agama yang  Allah ﷻ  telah wajibkan atasmu ?...

~Ilmu  agama  ada  dua, Ilmu  agama yang sangat  dibutuhkan /dhoruri bila dipelajari dan diamalkan maka akan  bahagia  dan selamat...

~Bila diremehkan tidak diamalkan setelah  dipelajarinya maka akan  rugi, celaka dan hancur...

~Demikian juga  orang yang  tidak mempelajarinya termasuk dari orang yang rugi dan hancur...

~Dalam  sebuah  riwayat  disebutkan :


*” وَيْلٌ لِمَنْ لَا يَعْلَمُ، وَوَيْلٌ لِمَنْ عَلِمَ ثُمَّ لَا يَعْمَلُ“*. 


~Celakalah bagi siapa tidak  mengerti, dan Celakalah bagi yang  mengerti  kemudian  tidak  mengamalkan...


*🌹.d~*

*~Tentang hartanya...*

~Sedang  tentang  hartanya seseorang  ditanya dihari  kiamat apa yang ada  ditangannya dulu  didunia, bila  mencari dengan  jalan tidak  haram maka tidak dihukum dengan  syarat harta itu dibelanjakan sesuai dengan apa yang disyareatkan...

~Manusia  dalam  urusan harta ada tiga, dua celaka dan satu selamat... 


*~Yang celaka :*

~Seseorang  mengumpulkan harta  yang haram... 

~Mengumpulkan harta dengan cara yang  halal kemudian  dibelanjakan pada yang  haram Dan juga dibelanjakan ditempat yang  halal tapi  untuk  riya'. 


*🌸~LIMA TEMA HADIST YANG BERKAITAN DENGAN*

  *AL QUR'AN...*


*🌹.1~Yakni hitung-hitunglah diri kita sebelum kita dimintai pertanggung jawaban, dan perhatikanlah apa yang kita tabung buat diri kita berupa amal-amal saleh untuk bekal hari kita dikembalikan, yaitu hari dihadapkan kita kepada Robul'alamin...*


*يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ*


~Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya); dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari akhirat)... 


*~Dan (sekali lagi diingatkan): Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Amat Meliputi PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan...*

*[Surat Al-Hasyr 18]*


 *🌹.2~Bahwa masalah duniawi itu adalah masalah yang rendah, pasti lenyap, sedikit, dan pasti rusak...*


~Maka perlu diwaspadai supaya  selamat dan beruntung...


*وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ*


*~Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.*

*[Ali Imran: 185]*


*والله أعلمُ بالـصـواب*


*~Dan Allah ﷻ Maha Tahu yang sebenarnya...*


*ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ*


*~Subhanaka Allahuma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik...*


~“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu...

~Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”...


*🌹.3~Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda :*


*ﺑَﻠِّﻐُﻮﺍ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻟَﻮْ ﺁﻳَﺔً*


*~“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”...*

*(HR.Bukhari)*


*🌹.4~Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh ﷺ bersabda :*


*ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻫُﺪًﻯ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍْﻷَﺟْﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺃُﺟُﻮْﺭِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮْﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٍ ، ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢِ ﻣِﺜْﻞُ ﺁﺛَﺎﻡِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺁﺛَﺎﻣِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ*


~"Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun... 


*~Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun"...*

*(HR.Muslim)*


~Dakwah di jalan Allâh Azza wa Jalla merupakan amal yang sangat mulia, ketaatan yang besar dan ibadah yang tinggi kedudukannya di sisi Allâh Subhanahu wa Ta’ala...


*🌹.5~Allâh Azza wa Jalla berfirman :*


*ﻭَﻟْﺘَﻜُﻦْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِۚ ﻭَﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ*


~Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang  yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar...


*~Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung...*

*(QS.Ali-Imran [3] :104)*


*~Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam...*


*~SEMOGA BERMANFAAT...Walla Hu Allam Bishswab...*


*☘️~WILUJENG NETEPAN TAHANJUD PARAWARGI...*

*~Semoga Allah SWT Memberi Kami Rizky Yang Barokah Dan Berilah Kami Kebahagian Dunia Akhirat...*


*Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin...*🤲


*Waalaikumusalam Warahmatulahi Wabarakatuh*

*Pasir Impun -*

*8 Januari 2025*

       🌹🍁🍀

Senin, 09 Desember 2024

Umur Panjang

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


HADITS HARI INI

08 Jumadil Akhir 1446H


UMUR PANJANG 


Dari 'Abdullah bin Busr, ada seorang Arab Badui bertanya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, siapakah manusia yang paling baik. Jawaban Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam,


مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ


"(Yang paling baik adalah) yang panjang umur dan baik pula amalnya." (HR. Tirmidzi, no. 2329; Ahmad, 4: 190).


Kalau kita perhatikan hadits di atas, yang bagus bukanlah hanya umur panjang, namun baik pula amalan.


Oleh karena itu, jika kita menginginkan umur panjang, patut diingat dua hal:


1. Umur panjang adalah sebagai alasan bagi Allah, bahwa Allah sudah memberi kesempatan pada kita untuk beramal.

2. Umur panjang adalah wadah untuk beramal. Boleh jadi isi wadah tersebut berisi amal shalih. Boleh jadi umur panjang berisi kesia-siaan, berakhlak dan beramal yang jelek. Akhirnya, isi wadah tadi itu akan ditanya. 


Ingatlah asalnya, di tengah jalan tak ada tempat berhenti sama sekali. Yang kita temui, ada yang punya jalan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang cepat jalan, ada yang lambat jalan.


Allah Ta'ala berfirman,


إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ (35) نَذِيرًا لِلْبَشَرِ (36) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ (37)


"Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia. (Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur." (QS. Al-Muddatsir: 35-37)


Cuma disebutkan siapa yang mau maju atau mundur. Tak disebutkan pilihan ketiga untuk berhenti. Karena tak ada pilihan ketiga di luar surga dan neraka. Ujung akhir manusia hanyalah surga atau neraka. Karenanya bila seseorang tidak segera maju untuk beramal baik, maka ia akan telat dengan beramal jelek.


Jangan sampai kita menginginkan untuk hasrat pada dunia,


قَلْبُ الشَّيْخِ شَابٌّ عَلَى حُبِّ اثْنَتَيْنِ حُبِّ الْعَيْشِ وَالْمَالِ


"Masih ada yang sudah berumur memiliki hati seperti anak muda yaitu mencintai dua hal: cinta berumur panjang (panjang angan-angan) dan cinta harta." (HR. Muslim, no. 1046)


Dalam riwayat lain disebutkan,


يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَتَشِبُّ مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ عَلَى الْمَالِ وَالْحِرْصُ عَلَى الْعُمُرِ


"Ada yang sudah tua dari usia, namun masih bernafsu seperti anak muda yaitu dalam dua hal: tamak pada harta dan terus panjang angan-angan (ingin terus hidup lama)." (HR. Muslim, no. 1047)


Rajinlah berdo'a seperti ini,


اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي


"Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a'thoitanii wa athil hayaatii 'ala tho'atik wa ahsin 'amalii wagh-fir lii (Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku).”


Jika memang ingin memiliki umur panjang, ingatlah umur panjang adalah kesempatan untuk mengisinya dengan beramal shalih.


WaLLAAHUa'lam

Sabtu, 07 Desember 2024

Sabarlah pada 3 Perkara

SABARLAH PADA 3 PERKARA INI MAKA ANDA AKAN BAHAGIA


“Dan bersabarlah dalam menjauhi maksiat, menerima takdir-Nya, dan dalam ketaatan kepada-Nya, agar kamu bahagia.” 


Dalam bait yang indah ini, ada tiga jenis kesabaran:


PERTAMA: SABAR MENJAUHI MAKSIAT


“Bersabarlah dalam menjauhi kemaksiatan...” 


Maksudnya, “Tahan dan larang dirimu dari berbuat maksiat.” 


Setiap kali jiwamu ingin berbuat maksiat, larang ia, takut-takuti ia dengan Allah, dan ingatkan ia tentang-Nya dan bahwa Allah mengawasi dan melihatmu. 


Bersabarlah! Karena barang siapa berusaha bersabar, niscaya Allah akan membuatnya mampu bersabar. 


Setiap kali dirimu ingin bermaksiat, sabarkan ia! 


"Wahai jiwa, bersabarlah! Bersabarlah, karena kematian teramat dekat!"


Sebagian orang tidak mampu bersabar menjauhi maksiat, hingga dia mati saat bermaksiat kepada Allah. Banyak sekali, orang meninggal dalam keadaan bermaksiat kepada Allah, padahal orang yang berusaha bersabar, pasti Allah akan membuatnya mampu bersabar. 


Setiap kali jiwa ingin melakukan maksiat, katakan “Bersabarlah, wahai jiwa! Bersabarlah, agar kau mendapat hasil yang terpuji!” 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ


“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah.” (QS. Al-Hasyr: 18) 



KEDUA: SABAR MENERIMA TAKDIR ALLAH


“Bersabarlah menerima takdir-Nya.” 


Jadi, ketika seseorang tertimpa musibah, hendaknya ia bersabar. 


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ


"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." 


"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun." (QS. Al-Baqarah: 155-156)



KETIGA: SABAR DALAM KETAATAN


“Dan bersabarlah dalam ketaatan,”


Yaitu sabar dalam menaati Allah.


وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ


"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Taha: 132) 


Bersabarlah dalam ketaatan, karena taat membutuhkan kesabaran. Orang yang tidak mampu bersabar, akankah dia mengerjakan salat Subuh? 


Akankah mengerjakan salat-salat lainnya? 


Akankah berbakti kepada orang tuanya? 


Sanggupkah ia berbuat kebaikan? 


Jika tidak punya kesabaran, pasti tidak mampu berbuat ketaatan, karena taat membutuhkan kesabaran, sehingga orang yang tidak bersabar tidak akan mampu.


– Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama Yufid TV

Kisah Burung Beo

🔗 *Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah:* https://kontakk.com/@permatasunnah


🖇️ *KISAH BURUNG BEO YANG FASIH MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH*


_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._


*Ada sebuah kisah yang menarik, tentang seorang Syaikh yang begitu bersemangat mengajarkan tauhid dan akidah kepada murid-muridnya.* Suatu hari salah seorang muridnya menghadiahkan seekor burung beo kepadanya karena mengetahui gurunya tersebut sangat menyukai merawat burung.


Hari demi hari berlalu, Syaikh tersebut sering mengajak burung beonya ke majelis ilmu bersamanya di mana dia terus mengajarkan tauhid, hingga burung beo itu fasih mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah dan diulang-ulangnya siang malam.


Tiba-tiba suatu hari para murid mendapati Syaikhnya menangis, lalu mereka bertanya apa yang membuatnya menangis. Syaikh pun menjawab: *"Seekor kucing menyerang dan mencakar burung beo hingga mati."*


Mereka bertanya: *"Apakah anda menangis hanya gara-gara ini wahai Syaikh? Kalau Anda berkenan, kami bisa memberikan burung beo lain yang lebih bagus."*


Syaikh menjawab: *"Sungguh bukan itu yang membuatku menangis, tetapi keadaan burung beo ketika mati yang membuatku menangis. Ketika diterkam kucing, ia menjerit dan terus menjerit kesakitan hingga mati tanpa mengucapkan apapun, padahal selama hidupnya begitu sering mengucapkan kalimat tauhid. Ia lupa kalimat tauhid itu karena selama ini ia hanya mengucapkannya semata di lisan saja, tidak masuk ke hati dan mengantarkan kepada amalan.”*


Kemudian Syaikh mengatakan: *"Aku begitu takut kita seperti beo ini, ketika wafat kita tidak teringat sama sekali dengan kalimat syahadat Laa ilaha illallah, karena kita hanya mengucapkannya dengan lisan saja, tetapi tidak masuk ke hati karena tidak memahami makna dan hakikatnya serta tidak mengamalkannya."*


Kisah ini kami nukil dari artikel berbahasa Arab https://ar.islamway.net/micropost/1205


Saudaraku, kisah burung beo ini memberikan pelajaran kepada kita *bahwa meski kalimat Laa ilaha illallah adalah kalimat yang terus diucapkan tetapi jika tidak diresapi maknanya, tidak pula diamalkan dalam kehidupan, maka kalimat tersebut bisa jadi tidak memberi manfaat di akhir hayat dan tidak pula di kehidupan setelah kematian.*


Burung beo memang tidak diberi beban taklif syariat, tetapi jika kejadian yang dialami oleh burung beo itu juga dialami oleh seorang manusia maka betapa meruginya dia. *Kalimat yang sehari-hari dia ucapkan ternyata tidak menyelamatkannya di akhir hayat, sebabnya adalah karena kalimat itu hanya diucapkan di lisan saja tanpa dimasukkan ke dalam hati dan diwujudkan dalam amalan perbuatan. Maka tiada berguna.*


*Itulah kebiasaan orang munafik, walau lisan-lisan mereka mengucapkan kalimat-kalimat iman tetapi hatinya kosong dari iman.* Allah berfirman:


يَقُولُونَ بِأَفۡوَٰهِهِم مَّا لَيۡسَ فِي قُلُوبِهِمۡۚ


_"Mereka mengatakan dengan lisannya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya."_ [QS. Ali-Imran: 167]


*Orang-orang munafik semasa hidupnya juga mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah, tetapi kalimat yang tidak datang dari hati itu ternyata tidak menyelamatkannya saat terhimpit oleh kubur.* Wal ‘iyadzu billah. Orang kafir dan munafik ketika ditanya oleh malaikat di alam kubur, mereka berkata:


ها، ها، لا أدْري، سَمِعتُ النَّاسَ يَقولون شَيئًا فقُلْتُه


*"Ha….ha….ha…. Aku tidak tahu. Aku mendengar orang-orang mengucapkannya, maka aku pun ikut mengucapkannya.”* [HR. Abu Dawud no. 4753]


*Kalimat tauhid Laa ilaha illallah hanya bermanfaat jika diucapkan dengan jujur dari hati yang terdalam.* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلاَّ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ


*"Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusanNya dengan kejujuran dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan Neraka baginya."* [HR. Bukhari, no. 128]


والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


💻 *Sumber:* https://muslimafiyah.com/kisah-burung-beo-yang-fasih-mengucapkan-laa-ilaha-illallah.html


••••••✿❃❃⭑⭑❃❃✿••••••


💎 *Permata Sunnah*

🛰 telegram.me/PermataSunnah

📷 instagram.com/permata.sunnah


📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Kamis, 05 Desember 2024

Dimasukkan kedalam Surga



*◼️ DIMASUKKAN KE DALAM SURGA BERSAMA "KELUARGA TERCINTA" ◼️*


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :


جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ 


"Surga 'Adn yang mana mereka "MASUK" ke dalamnya "ber-sama2" dengan orang2 yang shalih dari bapak2nya, istri2nya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat Masuk Ke Tempat2 mereka dari "SEMUA PINTU (SURGA)" (QS. Ar-Ra'du [13]: 23) 


Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata :

"Allah mengumpulkan mereka "bersama" dengan orang-orang yg Mereka Cintai Di Dalamnya "(SURGA 'ADN)"; yaitu bapak2, Istri-Istri, & Juga Anak-Anak Mereka Dari Kalangan orang2 beriman Yang BERHAK untuk masuk "Surga" supaya hati mereka bahagia karena dapat berkumpul dengan mereka. Sehingga Diangkatlah DERAJAT mereka yang lebih rendah kepada derajat yang lebih Tinggi sebagai pemberian dan kebaikan dari Allah, "TANPA DIKURANGI" derajat orang yang lebih tinggi"


وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شِيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ 


"Dan Orang-Orang Yang Beriman, dan yg anak cucu mereka "MENGIKUTI" mereka dalam Keimanan, Kami Hubungkan anak cucu mereka "dengan mereka" dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia "terikat" dengan apa yang dikerjakannya" (QS. 52 Ath-Thuur : 21)


Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما berkata :

"Sesungguhnya Allah akan mengangkat (meninggikan DERAJAT) anak2 seorang Mukmin pada Tingkatannya walau amal mereka ada di bawahnya agar HATINYA (ORANG MUKMIN ITU) GEMBIRA"


Karenanya, Seorang Mukmin hendaknya berusaha utk menshalihkan orang-orang terdekat yg "dicintainya" melalui nasihat, "dakwah" & juga mengajak kpd kebaikan, memerintahkan yg ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. 


Para malaikat pun "mendoakan" orang2 beriman, agar mereka bisa "bertemu" di Surga Bersama dgn "orang-orang" yang mereka cintai dan mereka rindukan :


رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ


"Wahai TUHAN Kami, dan Masukkanlah mereka ke dalam Surga 'Adn yang Telah Engkau janjikan kpd mereka dan orang2 yang "SHALIH" di antara bapak2 mereka, dan "Isteri-Isteri" mereka, dan Keturunan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. Ghafir [40]: 8)


Ya Allah, jadikan kami dari mereka...!!!


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar


📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1

*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis


Barakallahu fikum

5 Dzikir Khusus Harian

Bismilahirahmanirahim 


📚Wasilah 1937



*5 Dzikir Khusus Harian yang Disukai Allah SWT*



📌Terdapat dzikir harian yang disukai Allah SWT. 

 

🪷 Dzikir berarti mengingat Allah dengan bacaan baik yang terdapat dalam Alquran maupun dalam hadits.


📌Sebenarnya, banyak bacaan dzikir yang disukai Allah SWT. 


👉🏻 lima di antara dzikir yang paling disukai Allah


▶️Pertama, berdzikir dengan lafal,


*Laa Ilaaha Illallahu Wahdahu La Syarikalah Lahul Mulku Walahul Hamdu Wa Huwa Alaa Kulli Syaiin Qadir* ×100 sehari


مَنْ قال لا إلهَ إلَّا اللهُ وحدَهُ لَا شرِيكَ لَهُ، لَهُ الملْكُ، ولَهُ الحمْدُ، وهُوَ عَلَى كُلِّ شيءٍ قديرٌ، فِي يومٍ مائَةَ مرةٍ، كانتْ لَهُ عِدْلَ عشرِ رقابٍ، وكُتِبَتْ لَهُ مائَةُ حسنَةٍ، ومُحِيَتْ عنه مائَةُ سيِّئَةٍ، وكانَتْ لَهُ حِرْزًا منَ الشيطانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حتى يُمْسِيَ، ولم يأتِ أحدٌ بأفضلَ مِمَّا جاءَ بِهِ، إلَّا أحدٌ عَمِلَ عملًا أكثرَ مِنْ ذلِكَ



📌Artinya; “Barangsiapa yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha ulallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qadir,' sebanyak seratus kali dalam sehari,


👉🏻 *maka pahala yang ia dapatkan sama saja dengan memerdekakan sepuluh orang budak, serta ditulis untuknya seratus kebaikan dan dihapuskan darinya seratus kejelekan*.


👉🏻Dan bacaan itu menjadi *pelindungnya dari godaan setan di hari itu sampai petang, dan tak seorang pun melakukan amalan yang lebih baik daripada yang telah ia lakukan kecuali seseorang yang membaca lebih banyak darinya*.”


▶️Kedua, membaca *subhanallah wa bihamdihi ×100*


مَن قال: سبحانَ اللهِ وبِحَمدِهِ، في يَومٍ مِئةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خطاياه، وإنْ كانتْ مِثلَ زَبَدِ البَحرِ


📌 Artinya, “Dan, barang siapa yang membaca subhanallah wabihamdihi setiap hari sebanyak 100 kali, maka 


*baginya akan dihapuskan segala dosa walaupun dosanya itu laksana buih di lautan*.'' (Muttafaq alaih).


▶️Ketiga, ucapkan


*laa haula wa laa quwwata illaa billaah*.


ألَا أدُلُّكَ علَى كَلِمَةٍ هي كَنْزٌ مِن كُنُوزِ الجَنَّةِ؟ لا حَوْلَ ولَا قُوَّةَ إلَّا باللَّهِ 


📌 "Tidakkah

 kamu mau aku tunjuki *salah satu harta simpanan di surga? Laa haula wa laa quwwata illaa billaah*.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).


▶️Keempat, beristighfar.


 إنَّهُ ليُغانُ على قَلبي، وإنِّي لأستغفِرُ اللَّهَ في كلِّ يومٍ مائةَ مَرَّةٍ


 

📌Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya benar-benar terhalang atas hatiku dan sungguh aku benar-benar beristighfar kepada Allah di dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR Muslim).


▶️Kelima, berdzikir dengan lafal, 


*subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar*.


أَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ ممَّا طَلَعَتْ عليه الشَّمْسُ 


📌 Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, 


*'Sesungguhnya membaca* :


 *subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar* :  


adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (HR. Muslim). 


Wallahu a'lam bhisawab