Kamis, 05 Desember 2024

Pecel Lele

 


PECEL LELE


Bahan :

1 kg ikan lele, kerat sisi kanan & kiri agar bumbu meresap

1 buah jeruk nipis

Bumbu Halus :

4 siung bawang putih

1 ruas jempol jahe

1 ruas jari kunyit, bakar

1 sdm ketumbar butiran

1,5 sdt garam

1 sdt kaldu jamur bubuk

1/2 sdt merica butiran


Bahan Sambal :

10 siung bawang merah

5 siung bawang putih

5 buah cabe merah

9 buah cabe rawit merah

1 buah terasi udang ABC, bakar

1 buah tomat ukuran besar, belah 2

2 butir kemiri

1 sdm kacang mede

1 buah jeruk limau

1 sdt garam

1 sdt kaldu jamur bubuk

1 sdm gula merah, sisir


Cara Membuat :💫✨

1. Kucuri lele yg sudah dicuci bersih dengan perasan air jeruk nipis, diamkan 10 menit, cuci kembali di air mengalir.

2. Campur lele dengan bumbu halus, diamkan minimal 1 jam agar bumbu meresap.

3. Goreng kering di minyak banyak dengan api sedang, sisihkan.

4. Goreng sampai layu semua bahan sambal, kecuali gula, terasi, jeruk limau & seasoning.

5. Ulek halus, beri garam, gula merah, terasi & perasan air jeruk limau.

6. Koreksi rasa, sajikan bersama lele goreng

Rabu, 04 Desember 2024

3 Sebab Terhalang Hidayah

3 SEBAB TERBESAR MENGAPA BANYAK ORANG TERHALANG DARI HIDAYAH ALLAH


Banyak orang yang mengetuk pintu hidayah, lalu sebagian mereka ada yang terhalang dari hidayah, hingga kesengsaraan menjadi jalan hidupnya.


Ada juga yang mendapat sebagian hidayah namun terhalang dari hidayah lainnya.


Ada juga yang mendapat hidayah beberapa saat, lalu dia berbalik dan hidayah tercabut darinya. 


Lalu apa yang sebenarnya menghalangi mereka dari hidayah, padahal mereka menginginkannya? 


Lalu mengapa pula hidayah tercabut dari mereka setelah mereka merasakan manisnya?


Al-Quran telah memberi jawaban bagi kita atas pertanyaan ini. Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang berfirman:


وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ


"…Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (al-Baqarah: 258).


وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“…Dan Allah Tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Maidah: 108).


وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ

“…Dan sungguh Allah tidak memberi petunjuk pada tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS. Yusuf: 52).


Jadi, ada 3 sebab mereka terhalang dari jalan hidayah:


SEBAB PERTAMA: KEZALIMAN


Kezaliman terbesar adalah perbuatan syirik besar seperti berdoa meminta kepada kuburan atau orang yang sudah meninggal, kemudian syirik kecil seperti riya dan sum'ah dalam beribadah. 


Termasuk kezaliman adalah TERUS-MENERUS berbuat maksiat tanpa sedikit pun bertobat kepada Allah. Walaupun maksiat yang mereka lakukan tergolong dosa kecil.


Di antara bentuk kezaliman adalah membicarakan aib-aib orang lain; lisannya mencederai kehormatan orang lain, baik itu atas dasar yang benar atau tidak.


Di antara bentuk kezaliman adalah menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya, seperti orang tua, anak dan istrinya, yang mestinya ia bertanggung jawab menafkahi mereka, tapi ia terlantarkan. Tidak hanya dalam perkara menafkahi saja, seorang yang tidak mendidik anak istrinya dengan pendidikan agama, dan tidak pula memperhatikan ibadah mereka, juga termasuk kezaliman.


> Memutus tali silaturahim juga terhitung kezaliman.


Di antara bentuk kezaliman adalah memakan harta orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan, dan merampas hak-hak orang lain. Termasuk pada poin ini adalah TIDAK MAU MEMBAYAR HUTANG PADAHAL DIA MAMPU MEMBAYARNYA.


SEBAB KEDUA: KEFASIKAN


Kefasikan adalah melakukan dosa besar tanpa bertobat sedikit pun. 


Kefasikan yang paling besar adalah kemunafikan.


SEBAB KETIGA: KHIANAT


Perbuatan tidak amanah termasuk khianat. Apabila kita diberi amanah, pegang teguh amanah itu. Jangan sampai kita khianat!


Pengkhianatan terbesar adalah ketika seseorang mengkhianati dan menjual agamanya dengan perkara dunia yang sedikit. Allah Ta’ala berfirman: 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ


"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui." (QS. Al-Anfal: 27).


Ya Allah, jauhkan kami dan anak keturunan kami dari perbuatan dosa yang menghalangi hidayah-Mu menghampiri kami... 


Ya Allah, kasihanilah kami...


Ya Allah sayangilah kami...


Baarokallaahu fiikum


*) Disaripatikan dari sepucuk risalah di KonsultasiSyariah.com (insya Allah sebentar lagi terbit).

Kisah Anak Burung Gagak

*KISAH BUGHATS, SANG ANAK  BURUNG GAGAK* 


*_Sahabat sholehku,_*


Seorang ulama dari Suriah bercerita tentang do'a yang selalu ia lantunkan.


 Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini.


ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭﺯُﻗﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮﺯُﻕُ ﺍﻟﺒُﻐَﺎﺙََ


*_"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi  rezeki kepada bughats"_*


Apakah "bughats" itu?

Dan bagaimana kisahnya?


"Bughats" anak burung gagak yang baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yang disebut "bughats".


Ketika sudah besar dia menjadi gagak (ghurab).


*_Apa perbedaan antara bughats dan ghurab?_*


Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.

Saat induknya menyaksikanya, ia tidak terima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dari kejauhan saja.


Anak burung kecil malang yang baru menetas dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.


*_Lalu bagaimana ia makan dan minum...?_*


Allah (Ar Razaq) Yang Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya.


Allah menciptakan _aroma_ tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak tersebut sehingga mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat dan serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak dan ia pun memakannya.


ماشاءالله


Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh.


Ketika itu barulah induk gagak mengetahui itu anaknya dan ia pun mau memberinya makan sehingga tumbuh dewasa untuk bisa terbang mencari makan sendiri.


Secara otomatis aroma yang keluar dari tubuhnya pun hilang dan serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya.


Dia-lah Allah, Ar Razaq, Yg Maha Penjamin Rezeki.


... نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا


*_"...Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.."._*

(QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)


Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketaqwaanmu kepada Allah, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:


*_"Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dalam qalbuku bahwa seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya diberi.. Ketahuilah, bertaqwalah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah. Jangan sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah kecuali dengan menta'atinya."_*

(HR. Al Baihaqi)


Jadi tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki dan seringkali tidak mengindahkan halal haramnya rezeki itu dan cara memperolehnya.


Mari introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yang kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum. 


Itulah sikap selayaknya seorang muslim.


اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.


*_“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”_*

(HR. Ahmad)


Oleh sebab itu wahai kaum muslimin, janganlah kita takut akan kurangnya rezeki, 


Perbanyaklah bersyukur dan beristiqhfar agar kita disayang Allah SWT.


باركالله فيكم


Yuk berdoa :

*Ya Allah,  karuniakanlah aku cinta kepadaMu,  cinta kepada orang-orang yang mencintaiMu dan cinta kepada amal-amal yang mendekatkan aku kepada cintaMu"* 


*Salam bahagia,*

*Taman para pencintaNya. 🌹🙏*

Selasa, 03 Desember 2024

4 Wasiat Rasulullah Saw

 ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ


*ONE DAY ONE HADITS*


Selasa, 1 Jumadil Akhir 1446 H / 3 Desember 2024 M.


*EMPAT WASIAT ROSULLULLAH ﷺ*


Dari Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyah rodhiyallahu ‘anhu ia berkata:


وعظنا رسول الله ﷺ موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون فقلنا يا رسول الله كأنها موعظة مودع قال أوصيكم بتقوى الله عز وجل والسمع والطاعة وإن تأمر عليكم عبد


“Rosulullah ﷺ memberi nasihat kepada kami dengan sebuah nasihat yang menggetarkan hati kami dan meneteskan air mata kami. Ketika itu kami berkata, “Wahai Rosulullah seakan-akan ini sebuah nasihat perpisahan maka berilah wasiat untuk kami." Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kalian agar bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla dan hendaklah kalian mendengar dan taat meskipun yang memerintah kalian adalah seorang hamba sahaya.


فإنه من يعش منكم فسيري اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة


Karena sesungguhnya barangsiapa yang masih hidup sepeninggalku dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian (ketika mendapati perselisihan itu) berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaurrosyidin yang mendapat petunjuk sepeninggalku, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi-gigi gerahammu, dan hati-hatilah kalian dari perkara baru yang diada-adakan dalam beragama karena setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud 4607, At-Tirmidzi 2676 beliau berkata, “Hadits Hasan Shohih”, dishohihkan oleh Syaikh Nashir "Shohihul Jami’" 2546)


*Faidah Hadits:*


(1). Agama itu nasihat sebagaimana yang disebutkan Nabi ﷺ dalam hadits yang shohih.


(2). Sifat orang-orang beriman apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah keimanan mereka semakin bertambah.


(3). Nasihat beliau ﷺ dimafhumi oleh para shohabat sebagai nasihat perpisahan karena begitu mendalamnya peringatan yang beliau sampaikan seolah nasihat seperti itu belum pernah disampaikan kepada orang selain mereka. (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hal. 338)


(4). Ada empat hal yang disampaikan Nabi ﷺ dalam nasihat beliau yaitu taqwa, taat kepada penguasa muslim, berpegang teguh dengan sunnah dan menjauhi bid'ah.


(5). Hakikat taqwa dijelaskan Tholq bin Habib (ulama generasi tabiin) yaitu amalan ketaatan kepada Allah di atas cahaya Allah dan mengharap pahala Allah, serta meninggalkan kedurhakaan kepada Allah di atas cahaya Allah dan takut dari azab Allah. (Siyar A'lamin Nubala' 4/601)


(6). Taat kepada penguasa muslim hanya dalam perkara yang ma'ruf tidak dalam perkara yang munkar. Mendoakan kebaikan bagi penguasa tanpa harus memuji atau mencela meski kekuasaan itu dicapai dengan jalan yang tidak syar'i atau tidak memenuhi kriteria sebagaimana hamba sahaya.


Nabi ﷺ mengingatkan, “Kelak akan ada para penguasa yang tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak berpedoman dengan sunnahku (ajaranku), dan akan muncul penguasa di tengah-tengah mereka yang berhati syaithon dalam tubuh manusia.” Hudzaifah bertanya, “Apa yang harus aku lakukan bila aku mendapati keadaan yang demikian itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kamu tetap mendengar perintah penguasa itu dan menaatinya (selama tidak menyelisihi syariat).” (HR. Muslim 1847)


(7). Menaati penguasa muslim selama tidak menyelisihi syariat di dalamnya ada jaminan kebahagiaan hidup dan dengannya akan terwujud banyak kemaslahatan." (Jami’ul Ulum wal Hikam 339)


(8). Perintah berpegang teguh dengan sunnah Nabi ﷺ dan sunnah para Khulafaurrosyidin yaitu merujuk kepada cara beragama beliau ﷺ dan cara beragama para shohabatnya ketika mendapati percekcokan di antara kaum Muslimin. Di sini ada isyarat nubuwwah bahwa di belakang hari umat beliau akan berpecah belah.


(9). Fitnah perpecahan terjadi karena masing-masing orang beragama menurut selera pikirannya, selera perasaannya, selera kelompoknya, selera kebiasaan masyarakat. Ini yang disebut beragama menurut hawa nafsu dan inilah yang sebetulnya menjadi penyebab utama perpecahan.(10). Persatuan hakiki hanya dapat diraih apabila umat Islam mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan sunnah para shohabat. Mengapa digandengkan dengan sunnah para shohabat? Karena generasi terbaik umat ini adalah para shohabat Nabi rodhiyallahu 'anhum.


Mereka orang-orang yang paling mencintai Nabi ﷺ, paling memahami maksud beliau ﷺ, dan paling meneladani ajarannya. 


Riwayat shohih yang lain menyebutkan tentang siapa al-firqotun najiyah (golongan yang selamat) yaitu "Mereka yang beragama dengan cara beragamaku dan cara beragama para shohabatku pada hari ini."


(11). Menggigit sunnah dengan gigi geraham adalah sebagai ungkapan untuk bersabar dalam berpegang dengan sunnah-sunnah itu meski kebanyakan orang menganggapnya aneh dan meninggalkannya disebabkan kejahilan.


(12). Tidak cukup hanya mengikuti sunnah saja tetapi juga harus menjauhi lawannya yaitu bid'ah. Al-Hafidzh Ibnu Rojab berkata, "Nabi ﷺ memperingatkan umatnya dari bahaya mengikuti perkara baru yang diada-adakan dalam beragama. Hal ini dikuatkan oleh sabda beliau, “Setiap bid’ah itu sesat”. Sedangkan pengertian bid’ah adalah perkara baru yang tidak ada asal-usulnya dalam syariat. Adapun jika memang ada asalnya dari syariat yang menjadi dalil atasnya maka tidak dikatakan bid’ah menurut syariat." (Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam 345)


(13). Bid'ah yang paling berbahaya adalah bid'ah dalam ranah aqidah dari sini muncul paham-paham ekstrim seperti Khowarij, Syiah, Murjiah, Qodariyyah dan segenap turunannya sampai sekarang. Bid'ah aqidah ini yang dikatakan Ulama Syafiiyyah sebagai bid'ah yang harom dan bid'ah ini yang bisa menjerumuskan pelakunya kepada kekufuran.


(14). Para Ulama juga mengingatkan bid'ah lebih disenangi iblis daripada maksiat karena maksiat dapat diharapkan taubatnya sedangkan bid'ah taubatnya sulit diharapkan.


(15). Setiap bid'ah sesat tidak ada bid'ah yang baik. Abdullah bin Umar berkata, "Setiap bid'ah sesat meski manusia memandangnya baik." (Riwayat Ibnu Batthoh dalam Al-Ibanah no. 205). Adapun bid'ah hasanah menurut sebagian Ulama pada hakikatnya bukan bid'ah menurut istilah syariat.


📑 Sumber Manhajulhaq

Senin, 02 Desember 2024

Motivasi dan Cermin Diri

*🕋 MOTIVASI & CERMIN DIRI 🌴*



_*Adsalamu'alaikum Warohmatullaahi, Wabarokatuh  ! 🙏*_



*🟣LISANMU CERMINAN HATIMU !!*☂️


_*Saudaraku, sejatinya lisan dan tulisan itu bukan urusan Mulut atau Jari, melainkan masalah yg ada di Hati. Lisan dan tulisan adalah "cerminan dari kepribadian" & apa yang ada di dalam hati. Apabila yg keluar dari LISAN baik, itulah Cerminan baiknya kepribadian dan hati pada diri seseorang, dan begitu pun sebaliknya.*_


_*Al-Hasan al-Bashri رحمه الله berkata :*_


*لا تستقيم أمانة رجلٍ حتى يستقيم لسانه ، ولا يستقيم لسانه حتى يستقيم قلبه*


_*Tidak akan lurus amanahnya seseorang sampai Lurus lisannya, & juga tidak akan lurus lisannya (seseorang),sampai Lurus HATINYA.(Al-Aadaabus Syar'iyyah I/83)*_


_*Yahya bin Mu'aadz رحمه الله berkata :*_


القلوب كالقدور في الصدور تغلي بما فيها ومغارفها ألسنتها فانتظر الرجل حتى يتكلم فإن لسانه يغترف لك ما في قلبه من بين حلو وحامض وعذب وأجاج، يخبرك عن طعم قلبه اغتراف لسانه


_*Hati itu bagaikan Periuk di dalam Dada yang menggelembung dengan apa yang ada di dalamnya.Sedangkan "LISAN" itu "gayungnya, lihatlah kondisi seseorang sampai dia berbicara, karena lisannya itu akan mengambil untukmu "apa" yang ada dari dalam hatinya, baik sesuatu yg "Manis, Asam, Tawar atau Asin". Kondisi hatinya akan terlihat olehmu dari ucapan lisannya. (Hilyatul Auliyaa' 10/63)*_


_*Imam al-'Utsaimin رحمه الله berkata :*_


*وما في القلوب وإن كان لا يعلمه إلا الله، لكن له شاهد في الجوارح، ولذا يروى عن الحسن رحمه الله أنه ق* : *ما 

أسر أحد سريرة إلا أظهرها الله تعالى على صفحات وجهه وفلتات لسانه، فالجوارح مرآة القلب*


_*Apa yang ada di dalam hati, meskipun tidak ada yang mengetahuinya kecuali ALLAH, namun kondisi Hati tergambar pada "ANGGOTA BADAN". Oleh karena itu diriwayatkan dari Al-Hasan رحمه الله bahwasanya beliau berkata : "Tidaklah Seseorang*_ _*Menyembunyikan Rahasia, Kecuali Allah Ta'ala akan "Tampakkan" pada Raut Wajahnya, & Ketergelinciran LISANNYA". Sehingga "anggota badan" adalah cerminan hati. (Al-Qoulul Mufid Syarah Kitab Tauhid II/6)*_


_*Baarokallaahu Fiikum  !*_


*Selamat beribadah dan berdo'a, semoga diterima dan diijabah olh Allaah Subhanahu Wa Ta'aala  ! 🤲🏼🙏*_


_*Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin  ! 🙏🤲🏼💞*_

*riya n sum'ah no, dahdah yes  !*

Jumat, 29 November 2024

Pertolongan Allah

*_JadilahPeloporKebaikan_*

    

*ﺑِﺴْﻢِاللّٰهﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ*


*_💚 NUTRISI QOLBU_*



*PERTOLONGAN ALLAH ADA UNTUK ORANG YG BERTAKWA*


Adakalanya kita menghadapi beban yang berat, seperti hutang yang menumpuk, 

perusahaan  bangkrut, 

terkena PHK, 

rumah tangga terancam bubar, 

anak yang selalu membuat masalah, usaha  bisnis selalu gagal, 

penyakit yang tak kunjung sembuh, menderita  penyakit ganas seperti tumor , kanker , peyakit jantung dan lain sebagainya. 


Banyak orang yang sampai putus asa menghadapi semua itu. Mereka yang tidak sanggup  ada kalanya  mengambil jalan pintas dengan tindakan yg tidak semestinya.


Siapa orang-orang yang memperoleh kebaikan, kemenangan, kejayaan dan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan dunia? 

Yaitu, orang-orang yang beriman dan bertakwa akan mendapat perhiasan Allah, kebaikan-kebaikan rezeki, berkah dari langit dan bumi (QS Al-A’raf:  96). 


"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."


Dan yang bertakwa kepada Allah akan diberi jalan keluar dari kesempitan (QS At-Thalaq: 2), dimudahkan urusannya (QS At-Thalaq: 4), dan dilipatkan pahala baginya (QS At-Thalaq: 5).


Orang yang beriman dan percaya akan pertolongan  Allah insya Allah mampu mengatasi semua masalah itu. Bersama Allah tidak ada masalah yang tidak mungkin diselesaikanNya. Allah sudah menjanjikan  dalam surat At Thalaq ayat 2-3 :


“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.  Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (At Thalaq 2-3)


Allah hanya memberikan pertolongan seperti yang disebutkan diatas kepada orang yang bertakwa dan yakin akan pertolonganNya. 


Orang-orang yang bertakwa akan selalu berada dalam perlindungan Allah subhanahu wata’ala. Hal ini dapat dilihat pada ayat 194 surat al-Baqarah


“Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 194).


Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang bertakwa dipahami oleh Syekh Jalaluddin dalam Tafsir Jalalain yaitu pertolongan lahir dan pertolongan batin. Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang selalu bertakwa.


Letakkan dirimu di posisi Bertaqwa,  maka keajaiban dan kemudahan pertolongan Allah akan selalu ada. 


Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.


Anaz Almansour (Wan Abi)

Motivator Kepribadian


📗Suka artikel seperti ini?..Join-https://chat.whatsapp.com/LWOChwvsBJTJETf5WUe6iK


•┈┈•⊰•❃✽💚✽❃⊱•┈┈•


_Semoga Allah memberikan Hidayah dan Rahmat-Nya serta menerima amal ibadah kita_

*بارك الله فيكم*.

Jangan Ceritakan Amalmu

*_JadilahPeloporKebaikan_*

*ﺑِﺴْﻢِاللّٰهﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ*


*_💚 NUTRISI QOLBU_*


*Muhasabah Akhir Pekan👥*


*Jangan Ceritakan Amalmu 🎯*


*Saudaraku, jangan menceritakan kepada orang lain amal yang telah kita lakukan, karena khawatirnya bisa membahayakan niat yang ada di dalam hati...*


Siapakah yg dapat menjamin bahwa kita pasti akan terjaga niatnya ketika selesai menceritakan amal kepada orang lain !?


Barangsiapa memperdengarkan amalnya dgn niat ingin dipuji, atau mendapatkan harta, kedudukan, popularitas dll, maka Allah tidak menerima amalnya, dan akan diberikan balasan dgn siksa & kehinaan.


Rasulullah saw bersabda :


"Barangsiapa yang memperdengarkan amalannya kepada manusia, maka Allah akan memperdengarkannya di hadapan pandangan seluruh makhluk-Nya, dan Dia pun nanti juga akan menghinakannya dan merendahkannya" 

(HR. Ath-Thabrani no. 25)


"Bagaimana shalatmu di malam hari ?!" Maka Tamim ad-Daari pun marah besar, lantas dia berkata : "Demi Allah, sungguh aku (hanya) shalat satu rakaat di tengah malam dengan cara sembunyi2 lebih aku senangi daripada aku melakukan shalat semalaman, lantas aku menceritakannya kepada manusia" 

(Az-Zuhud hal 99 oleh Imam Ahmad bin Hambal)


Sebagian orang bijak ditanya : "Siapakah orang2 yang ikhlas dalam amalannya ?" Dia berkata : "Orang yang ikhlas adalah orang yg menyembunyikan kebaikannya, sebagaimana dia telah menyembunyikan kejelekannya" 

( Imam adz-Dzahabi)


*Ya Allah, masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang ikhlas*🤲


📗Suka artikel seperti ini?..Join-https://chat.whatsapp.com/LWOChwvsBJTJETf5WUe6iK


•┈┈•⊰•❃✽💚✽❃⊱•┈┈•


_Semoga Allah memberikan Hidayah dan Rahmat-Nya serta menerima amal ibadah kita_

*بارك الله فيكم*.