Jumat, 09 Agustus 2024

Antara Sholat dan Persidangan Allah SWT

*ANTARA SHOLAT DAN PERSIDANGAN ALLAH*


Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :


*لِلْعَبْدِ بَيْنَ يَدَيْ اللهِ مَوْقِفَانِ، مَوْقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ فِي الصَّلاَةِ وَمَوْقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ يَوْمَ لِقَائِهِ فَمَنْ قَامَ بِحَقِّ الْمَوْقِفِ الأَوَّلِ هُوِّنَ عَلَيْهِ الْمَوْقِفُ الآخَرُ وَمَنِ اسْتَهَانَ بِهَذَا الْمَوْقِفِ وَلَمْ يُوَفِّهِ حَقَّهُ شُدِّدَ عَلَيْهِ ذَلِكَ الْمَوْقِفُ قَالَ تَعَالَى ومن الليل فاسجد له وسبحه ليلا طويلا إن هؤلاء يحبون العاجلة ويذرون وراءهم يوما ثقيلا*


*"Seorang hamba, menghadap Allah dalam dua kondisi, kondisi ia berhadapan dengan Allah tatkala sedang sholat, dan kondisi berhadapan dengan Allah tatkala hari kiamat (untuk dihisab/disidang dan mempertanggung jawaban amal perbuatannya-pen).*


*Barangsiapa yang berhadapan kepada Allah pada kondisi pertama sebagaimana mestinya (dengan baik), maka akan diringankan baginya tatkala menghadap Allah pada hari kiamat.*


*Barangsiapa yang meremehkan kondisi yang pertama dan tidak menjalankan sebagaimana mestinya, maka ia dipersulit dan disikapi dengan keras tatkala berhadapan dengan Allah pada hari kiamat.*


*وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلا طَوِيلا (٢٦) إِنَّ هَؤُلاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلا*


*“Dan pada sebagian dari malam, Maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat)..”*(QS Al-Insaan : 26-27)


(Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rohimahullah dalam kitab Al-Fawaaid)


Karenanya..

*berusahalah untuk khusyu’ tatkala sholat..*

jika Allah mengetahui bahwasanya engkau berusaha khusyu’ maka niscaya Allah akan memudahkanmu untuk meraihnya..


Jika engkau sadar bahwa *hatimu sedang terlepas dan berpetualang tatkala sholat maka jangan biarkan….tariklah kembali untuk konsentrasi dan khusyuk dalam sholat..*

Ingatlah keagungan Allah..

Ingatlah dosa-dosamu..

Ingatlah dahsyat dan sulitnya persidangan Allah pada hari kiamat kelak..


Semoga dengan khusyuknya sholatmu maka akan ringan dan mudah persidangan yang akan engkau jalani kelak..

pada hari dimana tidak bermanfaat harta sedikitpun..


Penulis, 

Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله 


ref : @bbg-alilmu


Baarakallahu fiikum

Rabu, 07 Agustus 2024

3 Hal yang sering lupa saat Syukur

Bismilahirohmanirohim


🕊️Wasilah 1820



 *Tiga Hal yang Sering Lupa saat Bersyukur*



📌 Faidah syukur itu menjadikan kita tidak memiliki rasa kibir dan takabur atas segala kemampuan dan kekuatan yang kita miliki.


📌 Kenapa kita sering mengingatkan untuk terus bersyukur setiap waktu dan setiap saat? 


📌Karena karakter manusia melupakan nikmat yang mereka punya.


🔰 Imam Hasan Al-Basri berkata,

 📌“Sesungguhnya sifat dasar manusia itu suka menghitung-hitung musibah yang menimpa dirinya 


📌dan mudah lupa terhadap nikmat yang ia terima.


📌” Syukur adalah kendaraan hati kita mencapai keridhaan Allah. 


💧Ada tiga perkara yang sering dilalaikan oleh ketika syukur:


 👉🏻1. Syukur itu yang paling pokok dan paling penting adalah *bertambahnya ketaatan*


📌Seorang salaf berkata, “Setiap kenikmatan yang tidak menambah ketaatan kepada Allah, maka nikmat itu adalah *musibah*” 


👉🏻2. Sahabat Ibnu Abbas di dalam Al-Kabair berkata,


 📌Sesungguh

nya syukur seorang manusia tidak akan diterima oleh Allah sebelum orang tersebut bersyukur kepada kedua orang tuanya.”


👉🏻 3. Berterima 

kasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita. Rasulullah ﷺ bersabda,


📌 “Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia yang berbuat baik kepada mereka,


📌 maka dia tidak akan pernah mampu bersyukur kepada Allah,” (HR Ahmad, dari Abu Hurairah)


Wallahu alam bhisawab

Ketika Jelang Habis Masa

 _*Rd. Ahmad Al-Ghazali Al-Bantani*_

_*Cibeuteung Muara,Ciseeng, Bogor*_

🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️


 _*KETIKA JELANG HABIS MASA*_

_*==========================*_


_*Sahabat Yang Budiman, Tertegun Diri Untuk Mengingat Usia Kita Yang Tak Lagi Muda. Langkah Kaki Yang Mulai Melemah Tak Berdaya.*_


_*Mata Yang Mulai Rabun Ketika Senja Telah Tiba. Telinga pun Sudah Mulai Berkurang Kepekaan nya.*_


_*Hari Berganti Minggu Tak Terasa Waktu Sudah Penuh Sebulan. Begitu pun Bulan Berlalu Hingga Tiba Di Tahun Depan.*_


_*Putaran Waktu Tak Ada Yang Mampu Menahan, Hingga Tiba Di Penghujung Kehidupan. Lantas Kita Akan Bertanya. Kapan Jadwal Ajal ku Akan Tiba?*_


_*Tak Pernah Kita Tahu Bila Hidup Ini Akan Berakhiran. Mati Bukan Soal Usia. Ada Yang Baru Terlahir Di Dunia Allah Sudah Panggil Menghadap-Nya.*_


_*Ada Yang Berusia Remaja Ternyata Sudah Habis Masa nya. Ada Yang Mulai Tumbuh Mendewasa Ternyata Telah Sampai Di Batas Umur nya.*_


_*Bahkan Terkadang Ada Orang Yang Sudah Tua Renta Allah Masih Berikan Umur Yang Panjang Untuk Menikmati Hidup nya.*_


_*Suatu Ketika Imam Hasan Al-Bashri Mengangkat Pertanyaan Di Suatu Majelis, "Wahai Para Orang Lanjut Usia Yang Terhormat, Apakah Yang Di Nanti Dari Tanaman Pertanian Yang Sudah Tua ?"*_


_*Mereka Menjawab, "Masa Manuai"*_

_*Lalu Imam Hasan Al-Bashri Melemparkan Pandangan nya Pada Para Pemuda Dan Berkata, "Para Pemuda Yang Ku Cintai, Ingat Lah Adakala nya Tanaman Itu Layu Sebelum Tua."*_


_*Mari Kita Pejamkan Mata Sejenak Dan Renungi Nasihat Imam Hasan Al Bashri Hingga Menyadari Bahwa Semua Yang Berlalu Tidak Akan Kembali.*_


_*Maka Tanam Lah Kebaikan Dan Rawat Lah Kebaikan Tersebut Dengan Baik Hingga Kelak Mulia Saat Berjumpa Kematian.*_


_*HIDUP INI BAGAIKAN PERJALANAN, SEBANYAK APAPUN ENGKAU MELANGKAH BAHKAN LARI PUN MAKA GARIS FINIS NYA ADALAH KEMATIAN.*_


🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️

Senin, 05 Agustus 2024

Penghuni Surga Hatinya Penuh Kasih Sayang

*Penghuni Surga Hatinya Penuh Kasih Sayang*


*عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ: « أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: وَأَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلَاثَةٌ: وَرَجُلٌ رَحِيمٌ ‌رَقِيقُ ‌الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ،.*


*"Dari ‘Iyād bin Himār al-Mujāsyi’I, Rasulullah bersabda, “Penduduk surga itu tiga jenis manusia … seorang yang penyayang, berhati lembut dengan kerabat dan setiap muslim ….*” HR Muslim no 2865.


*«الكوكب الوهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج» (26/ 20):(و) ثانيها (رجل رحيم) أي كثير الرحمة والإحسان (‌رقيق ‌القلب) أي لينه عند التذكر والموعظة ويصح أن يكون بمعنى الشفيق (لكل ذي قربى) أي لكل صاحب قرابة (و) لكل (مسلم) ومسلمة وهو بالجر لكونه معطوفًا على ذي قربى، والمعنى رحيم لكل ذي قربى ولكل مسلم*


*"Dalam kitab al-Kaukab al-Wahhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj 26/20 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan penyayang adalah orang yang memiliki kasih sayang yang besar dan sering berbuat baik kepada orang lain. Sedangkan yang dimaksud dengan berhati lembut adalah memiliki hati yang lembut saat diingatkan dan saat mendengar atau membaca kalimat-kalimat nasihat. Berhati lembut juga boleh dimaknai sebagai orang yang penuh kasih sayang. Calon penghuni surga adalah seorang yang penuh kasih terhadap setiap orang yang memiliki hubungan darah dengannya dan setiap muslim bagian dari umat Muhammad.*


Di antara akhlak calon penghuni surga adalah hatinya dipenuhi *rasa iba, kasihan, welas asih, kasih sayang dengan semua makhluk Allah yang ada di permukaan bumi terutama orang-orang yang lemah, tertindas, menderita, sedang punya banyak masalah dan ujian dst.* Oleh karena itu calon penghuni surga itu *penuh peduli dan empati dengan orang yang kesusahan*. Empati yang dimiliki manusia mulia ini adalah empati yang tulus dari hati bukan hanya basa-basi. Orang yang hatinya penuh empati *tidak akan meremehkan dan merendahkan orang yang sedang mendapatkan banyak ujian dengan kata-kata ‘gitu aja cemen’, ‘ujian seperti itu saja tidak kuat’ atau kata-kata hinaan lainnya.* Kalimat meremehkan itu hanya muncul dari hati yang sombong, hati yang terisi merasa jauh lebih baik dibandingkan orang yang diremehkan.


Salah satu akhlak indah calon penghuni surga adalah *berhati lembut, hati yang mudah menerima nasihat dan teguran, hati yang terbuka manakala diingatkan dengan ayat al-Qur’an, hadis Nabi dan nasihat indah para ulama Rabbani* (ulama yang mengamalkan ilmunya), hati yang mudah disadarkan ketika dirinya melakukan kesalahan atau kekeliruan. *Hati yang lembut adalah hati yang menyebabkan pemilik hati tersebut mudah mewek ketika teringat akan dosa-dosanya*, ketika ingat bahwanya dirinya akan berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatan, perkataan dan sikapnya selama hidup di dunia. 


Akhlak mulia calon penghuni surga adalah penuh kasih sayang dengan semua muslim, dengan semua umat Muhammad. *Manusia mulia ini sadar betul bahwa semua muslim adalah saudara. Calon penghuni surga itu tidak membatasi kepeduliaanya dan empatinya hanya pada kawan-kawan satu pengajian, satu afiliasi dan lainnya. Kasih sayang manusia istimewa ini ditujukan kepada setiap muslim sesuai dengan batas kemampuan yang dia miliki.*


Semoga Allah jadikan penulis dan semua pembaca tulisan ini hati yang penuh kasih sayang kepada setiap muslim, umat Muhammad aamiin. 


Ustadz DR. Aris Munandar hafidzahullah


Baarakallahu fiikum

Kamis, 01 Agustus 2024

Saat Pintu-pintu Langit dibuka

 Bismilahirohmanirohim

❤️Wasilah 1814


*SAAT PINTU2 LANGIT DIBUKA* 


📌Seorang hamba dapat berdoa kapan saja dan Allah pun berjanji akan mengabulkan doa dari hamba2-Nya. Tetapi Allah Ta'ala dan Rasulnya ﷺ telah menginformasikan saat-saat pintu langit terbuka, 


📌yang mana pada waktu itu jika suatu doa dipanjatkan, maka besar peluang bagi doa tersebut akan dikabulkan, di antaranya adalah :


👉🏻(01). Saat Berkumandangnya Adzan


إذا نُودي بالصلاةِ فُتِّحتْ أبوابُ السماءِ ، واسْتُجيبَ الدعاءُ


📌"Apabila adzan telah dikumandangkan, maka pintu2 langit dibuka dan doa diijabah" (HR. Ath-Thayalisi dan Abu Ya'la, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shahiihul Jaami' no. 818)


👉🏻(02). Saat Iqamah Dikumandangkan


إذا ثُوِّب بالصلاةِ فُتِحَتْ أبوابُ السماءِ ، و استُجيبَ الدُّعا


📌"Jika iqamah shalat telah dikumandangkan, maka pintu-pintu langit dibuka dan doa pun dikabulkan" (HR. Ahmad, hadits dari Jabir, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 260)


👉🏻(03). Saat Shalat Sunnah Qabliyah Zhuhur


أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ كان يُصلِّي أربعًا بعدَ أن تَزولَ الشَّمسُ قبلَ الظُّهرِ وقال : إنَّها ساعةٌ تُفْتَحُ فيها أبوابُ السَّماءِ ، فأُحِبُّ أن يصعَدَ لي فيها عملٌ صالِحٌ


📌"Bahwasanya Rasulullah ﷺ shalat 4 rakaat setelah matahari tergelincir sebelum shalat zhuhur, beliau bersabda : "Ini adalah waktu di mana padanya pintu2 langit dibuka, 


📌maka aku ingin ada amal shalihku yang naik pada saat itu" (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, hadits dari Abbullah bin as-Saa'ib, Shahiihut Targhiib no. 587)


مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ


📌"Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum zhuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah akan mengharamkan atasnya (masuk) Neraka” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi, hadits dari Ummu Habibah, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 584)


👉🏻(04). Saat Menanti Di Antara 2 Shalat


📌Abdullah bin ‘Amr رضي الله عنه berkata : 

"Kami shalat maghrib bersama Rasulullah ﷺ, dan di antara kami ada yang pulang dan ada juga yang tetap berada di masjid. Lalu tiba-tiba Rasulullah datang tergesa-gesa dan nafasnya pun tersengal-sengal sambil mengangkat kainnya hingga terlihat lututnya. Beliau bersabda : 


أَبْشِرُوا هَذَا رَبُّكُمْ قَدْ فَتَحَ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ السَّمَاءِ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي قَدْ قَضَوْا فَرِيضَةً وَهُمْ يَنْتَظِرُونَ أُخْرَى


📌"Bergembira

lah kalian ! Ini Rabb kalian telah membuka salah satu pintu dari pintu-pintu langit, Dia membanggakan kalian di hadapan para Malaikat seraya berfirman :


📌 "Lihatlah para hamba-Ku, mereka telah menunaikan shalat fardhu dan mereka sedang menunggu (shalat) yang berikutnya" (HR. Ibnu Majah no. 801 dan Ahmad II/186, Shahiihut Targhiib no. 445 dan Silsilah ash-Shahiihah no. 661)


👉🏻(05). Saat Di Pertengahan Malam


تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ : هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ الله لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ


📌"Pintu-pintu langit dibuka pada saat tengah malam, lalu ada penyeru yang akan berseru : "Adakah orang yang telah berdoa, sehingga doanya akan dikabulkan ? Adakah orang yg meminta, sehingga dia akan diberi ? Adakah orang yang dalam kesulitan, hingga ia akan diberi jalan keluar darinya ?" Maka tidak ada seorang muslim yang berdo'a dengan sebuah doa, melainkan Allah mengabulkan doanya; 


📌kecuali pelacur yang menjual dirinya atau 'asysyaar" (seorang yang mengambil harta manusia secara batil dengan memanfaatkan kekuasaan dan kedudukannya, seperti orang yang melakukan pungutan liar dengan cara meminta upeti atau cukai, pajak 1/10)" (HR. Ahmad dan ath-Thabrani, hadits dari Utsman bin Abil 'Aash, Shahiihut Targhiib no. 786)


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

Jumat, 26 Juli 2024

Orang Yang Paling Mulia

 Bismilahirohmanirohim


⭐️Wasilah 1808


*Orang yang Paling Mulia Disisi Allah*


عن جابرُ بنُ عبدِ اللهِ رضِيَ اللهُ عنهما أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ خَطَبَ أصحابَه في حَجَّةِ الْوَداعِ في أوْسَطِ أيَّامِ التَّشْريقِ: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى، أَبَلَّغْتُ ؟ قَالُوا: بَلَّغَ رَسُولُ اللَّه


📌Dari Jabir bin Abdullah semoga Allah meridhai keduanya, sesungguhnya nabi shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah dihadapan pengunjung haji wada' diwaktu hari tasyriq:


📌“Wahai umat manusia, ingatlah bahwa Tuhan kalian adalah satu, dan nenek moyang kalian juga satu. Tidak ada kelebihan bangsa Arab atas bangsa non-Arab, juga bangsa non-Arab atas bangsa Arab; bangsa berkulit putih atas bangsa kulit hitam, juga bangsa kulit hitam atas bangsa kulit putih, 


📌kecuali karena ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan?” Mereka [para sahabat] menjawab, “Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam. telah menyampaikan.” (HR Ahmad). 


▶️Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:


✅1- Ini adalah penegasan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam. saat khutbah Haji Wada’. Dengan tegas Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam. 


📌menyatakan bahwa identitas ketakwaan atau Islam itulah satu-satunya identitas yang ada; 


📌sementara identitas kesukuan, etnis dan bangsa semuanya telah dilebur dalam identitas keislaman. Karena itu meski suku, etnis dan bangsa tertentu jumlahnya banyak, itu tidak menentukan kedudukannya di dalam Islam. 


📌Yang menentukan adalah kualitas ketakwaan atau keislamannya.


✅2- Dengan demikian aspek dan faktor kesukuan, etnis dan bangsa yang menjadi penyebab lahirnya kelompok mayoritas dan minoritas jelas telah dihapus oleh Islam. 


📌Sebabnya, siapapun sama kedudukannya di dalam Islam. 


📌Inilah yang juga ditunjukkan oleh Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam. ketika beliau mengangkat Muhammad bin Maslamah untuk menjadi pimpinan sementara di Madinah, selama Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam. tidak berada di tempat saat berperang. 


📌Padahal Muhammad bin Maslamah bukan dari suku Quraisy. 


📌Begitu juga Abu Bakar yang dari suku Quraisy menjadi Khalifah, menggantikan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, meski suku Quraisy di Madinah merupakan suku minoritas karena yang menjadi pertimbangan bukan faktor kesukuan, tetapi keislamannya.


✅3- Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. datang salah satunya juga dalam rangka menghapus dan menenggelamkan superioritas suku dan kaum tertentu. 


📌Bagaimana tidak? hal ini terlihat dari fakta historis yang mengungkap bahwa aspek kesukuan pada masa itu masih sangat kental.


✅4- Juga islam datang salah satu juga dalam rangka menghapus adanya perbudakan dan penjajahan. Bagaimana tidak? 


📌hal ini terlihat dari fakta ajarannya dan perjalanan sejarah membuktikan, diantara sebagai cirihas ajaranya yaitu: 


▶️Al insan wal musawah(persamaan harkat dan martabat). 


▶️Karomatul insan(memuliakan kehidupan manusia), 


▶️kemerdekaan yang bertanggung jawab. 


▶️Al wahdah wal ukhuwah(persatuan dan persaudaraan). 


📌Fakta sejarah, dengan berjalannya waktu secara berangsur-angsur perbudakan lenyap dari negeri-negeri islam. Dan dalam sejarah islam dan umatnya tidak pernah menjadi penjajah. 


🪴Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :


✅-  Standar kemuliaan di sisi Allah adalah ketakwaan. Semakin tinggi tingkat takwa seseorang maka semakin mulia pula dirinya di hadapan Allah. 


✅Merupakan hal yang disepakati dalam syariat bahwa yang membedakan antara seseorang dengan yang lainnya adalah ketakwaan. 


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ


📌Artinya, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan kami jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenali. 


👉🏻Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Teliti.” (QS Al-Hujurat : 13)


Wallahu A’lam bhisawab

Menyembunyikan Amal Saleh

*Menyembunyikan Amal Saleh*


Dari Az-Zubair bin Al-Awwam radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 


*من استطاع منكم أن يكون له خبيء من عمل صالح فليفعل*


*"Siapa di antara kalian yang sanggup menyembunyikan amal salehnya maka hendaklah dia lakukan."*


📚 Riwayat Ibnu Abi Syaibah "Al-Mushannaf" (35768) dishahihkan Al-Albani "Ash-Shahihah" (2313) 


Yang dimaksud *amal saleh yang bisa dikerjakan sendirian bukan berjamaah dan bukan pula amal yang harus ditampakkan seperti shalat-shalat sunnah, qiyamul lail, sedekah..*


Maka siapa yang sanggup *menyembunyikan amal salehnya sungguh itu lebih dekat kepada keikhlasan*, lebih jauh dari riya', pahalanya lebih besar dan itu tanda dia orang beriman bukan orang munafik yang senang memperlihatkan amalnya. 


Ustadz Fikri Abul Hasan


Baarakallahu fiikum