https://youtu.be/mUlr5blYiWc?si=bcmqRD7h38AsvKb3
Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil ๐๐ค๐
๐ซ⭐๐✨⚡๐ฅ๐ข❤️๐งก๐๐๐๐๐ค๐ค๐ค♥️❣️๐๐❤️๐ฉน๐
https://youtu.be/mUlr5blYiWc?si=bcmqRD7h38AsvKb3
Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil ๐๐ค๐
๐ซ⭐๐✨⚡๐ฅ๐ข❤️๐งก๐๐๐๐๐ค๐ค๐ค♥️❣️๐๐❤️๐ฉน๐
*ุจุณْูููููููููููููููููููููู ِ ุงِّููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِْูู *
MEMAHAMI MACAM - MACAM TAKDIR
*4 MACAM TAKDIR ✍*
Para ulama menjelaskan ada empat macam takdir, yaitu: ๐
å 1) Takdir Azali
√• 2) Takdir ‘umri
å 3) Takdir Sanawi
å 4) Takdir Yaumi.
Berikut penjelasannya:๐
➡1) *Takdir Azali*
Yaitu takdir yang ditulis dalam lauhil mahfudz 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Takdir azali ini adalah takdir yang merupakan takdir utama yang pasti terjadi bagi semua mahkluk.
Allah berfirman,
ุฃََูู ْ ุชَุนَْูู ْ ุฃََّู ุงََّููู َูุนَْูู ُ ู َุง ِูู ุงูุณَّู َุงุกِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ ۗ ุฅَِّู ุฐََِٰูู ِูู ِูุชَุงุจٍ ۚ ุฅَِّู ุฐََِٰูู ุนََูู ุงَِّููู َูุณِูุฑٌ
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”.
(๐Al-Hajj/22 : 70)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
َูุชَุจَ ุงُููู ู ََูุงุฏِْูุฑَ ุงْูุฎَูุงَุฆِِู، َูุจَْู ุฃَْู َูุฎَُْูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถَ، ุจِุฎَู ْุณَِْูู ุฃََْูู ุณََูุฉٍ، َูุงَู: َูุนَุฑْุดُُู ุนََูู ุงْูู َุงุกِ
“Allah menentukan berbagai ketentuan para makhluk, 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. “Beliau bersabda, “Dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air.”
(๐HR. Muslim)
➡2) *Takdir ‘umri*
Yaitu takdir yang ditulis malaikat ketika meniupkan roh ke dalam janin.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
ุฅَِّู ุฃَุญَุฏَُูู ْ ُูุฌْู َุนُ ุฎَُُْููู ِْูู ุจَุทِْู ุฃُู ِِّู ุฃَุฑْุจَุนَِْูู َْููู ًุง، ุซُู َّ َُُْูููู ِูู ุฐََِูู ุนَََููุฉً ู ِุซَْู ุฐََِูู، ุซُู َّ َُُْูููู ِْูู ุฐََِูู ู ُุถْุบَุฉً ู ِุซَْู ุฐََِูู، ุซُู َّ ُูุฑْุณَُู ุงْูู ََُูู، ََُْููููุฎُ ِِْููู ุงูุฑُّْูุญَ، َُููุคْู َุฑُ ุจِุฃَุฑْุจَุนِ َِููู َุงุชٍ، ุจَِูุชْุจِ ุฑِุฒِِْูู، َูุฃَุฌَِِูู، َูุนَู َِِูู، َูุดٌَِّูู ุฃَْู ุณَุนِْูุฏٌ
“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia(nya).”
(๐HR. Bukhari Muslim)
➡3) *Takdir Sanawi*
Takdir yang berlaku tahunan dan ditulis kejadian setahun ke depan setiap malam lailatul qadar.
Allah berfirman,
َِูููุง ُْููุฑَُู ُُّูู ุฃَู ْุฑٍ ุญَِููู ٍ
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
[๐Ad-Dukhaan/44 : 4]
Allah juga berfirman,
ุชََูุฒَُّู ุงْูู ََูุงุฆَِูุฉُ َูุงูุฑُّูุญُ َِูููุง ุจِุฅِุฐِْู ุฑَุจِِّูู ْ ู ِْู ُِّูู ุฃَู ْุฑٍ ุณََูุงู ٌ َِูู ุญَุชَّٰู ู َุทَْูุนِ ุงَْููุฌْุฑِ
“Pada malam itu turun para Malaikat dan juga Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
[๐Al-Qadr/97 : 4-5]
➡4) *Takdir Yaumi*
Yaitu takdir yang berlaku harian.
Allah Ta’ala berfirman,
َُّูู َْููู ٍ َُูู ِูู ุดَุฃٍْู
“Setiap waktu Dia dalam kesibukan.”
[๐Ar-Rahmaan/55 : 29]
Perlu diperhatikan bahwa di antara empat takdir ini, takdir utamanya adalah takdir azali yang tertulis di lauhil mahfudz, sedangkan tiga takdir yang lainnya (‘umri, sanawi, dan yaumi) adalah takdir yang bisa merubah.
Perhatikan kalimat berikut:๐
“Perubahan takdir (‘umri, sanawi dan yaumi) ini tertulis dalam takdir azali di lauhil mahfudz.”
Contohnya: bisa saja dalam takdir ‘umri tertulis dia seorang yang celaka, tetapi karena dia bersungguh-sungguh mencari hidayah, maka ia menjadi orang yang beruntung. Perubahan takdir ‘umri ini tertulis dalam lauhil mahfudz.
Ini juga yang dimaksud dengan “takdir bisa dirubah dengan doa”.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
๏ปป ๏ปณ๏บฎ๏บฉ ๏บ๏ป๏ป๏บช๏บญ ๏บ๏ปป ๏บ๏ป๏บช๏ป๏บ๏บ
“Tidaklah merubah suatu takdir melainkan doa” [๐HR. Al Hakim, hasan]
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa takdir yang berubah tersebut berkaitan dengan doa, beliau berkata:
ุงูุฏุนุงุก ู ู ุฃุณุจุงุจ ุฑุฏ ุงููุฏุฑ ุงูู ุนูู ، ูุงููุฏุฑ ูููู ู ุนููุง ููููู ู ุจุชูุชุง ، ูุฅุฐุง ูุงู ูุฏุฑุง ู ุนููุง
“Doa termasuk sebab merubah takdir yang mu’allaq (bergantung pada sebabnya). Takdir itu ada yang mu’allaq dan ada yg telah tetap, sama sekali tidak berubah.”
[๐https://binbaz.org.sa/old/38112]
Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa perubahan takdir dan doa tersebut juga tertulis dalam takdir azali lauhil mahfudz.
Beliau berkata:
ูููู ูู ุงูุญูููุฉ ูุง ูุฑุฏ ุงููุถุงุก؛ ูุฃู ุงูุฃุตู ุฃู ุงูุฏุนุงุก ู ูุชูุจ ูุฃู ุงูุดูุงุก ุณูููู ุจูุฐุง ุงูุฏุนุงุก، ูุฐุง ูู ุงููุฏุฑ ุงูุฃุตูู ุงูุฐู ูุชุจ ูู ุงูุฃุฒู
“Pada hakikatnya takdir (azali) tidak berubah, karena doa tersebut sudah tertulis (dilauhil mahfudz) bahwa kesembuhan karena adanya doa, inilah takdir asli yang tertulis dalam takdir azali.”
[๐Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/93]
Demikian semoga bermanfaat
@ Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id
*Barakallohu fiikum*